No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

Wisata Offroad Gunungkidul yang Menguji Adrenalin

by Reza Nurdiana
Desember 28, 2016
6 min read
35

Penelusuran Gua Gelatik telah usai. Sekembalinya dari gua yang gelap, ternyata matahari di luar semakin menantang. Ketika sampai di titik pertemuan awal, Mas Arif telah menanti. Ia merupakan salah satu anggota pengelola Desa Wisata Bejiharjo (Dewa Bejo). Telah diparkir armada jeep bermuatan maksimal lima penumpang. Bersama Mas Taufik, seorang jeep driver andal, kami akan menjajal jeep offroad Gunungkidul.

Dengan bersemangat, aku melompat ke kursi belakang. Sesekali aku berdiri, berpegangan pada tiang penyangga bak terbuka, serta bersorak girang. Mas Arif memegang kemudi, memamerkan kebolehannya menyusuri jalanan sepi.

Memasuki jalanan desa, jeep melaju pelan. Tak hilang sama sekali keramahan warga sekitar. Aktivitas pariwisata yang lalu lalang tepat di depan rumah mereka tak jadi gangguan. Semua yang di atas jeep menebar sapaan yang berbalas senyuman, terkadang pula lambaian tangan. Suasana khas pedesaan di Tanah Jawa yang amat terasa.

Tiga desa sudah yang terlewati.  Desa Gelaran I, Desa Bulu, dan Desa Karang Lor. Beberapa warga sibuk menggelar lapak kerja di teras rumah. Puluhan blangkon tersusun di sana. Tersebarnya pengrajin blangkon menjadikan daerah ini sentra kerajinan blangkon.

Rute menantang di tepian Sungai Oya

Barisan rumah mencapai ujungnya. Rute offroad kini melewati kebun masyarakat yang juga ditumbuhi semak liar. Jalanan beraspal berubah kasar. Jeep berguncang, kecepatan dinaikkan. Di balik kebun terlihat aliran sungai yang airnya menyegarkan. Itu pastilah Sungai Oya, yang mengaliri kawanan gua karst di sekitarnya.

Jeep berhenti sejenak, bangku kemudi kini diisi oleh Mas Taufik. Ia yang lebih lihai bermain setir tampak berkonsentrasi. Tepat di depan, dua kubangan besar menanti. Di situasi seperti ini, siap-siap tubuh terpelanting kesana kemari.

Wisata Offroad Gunungkidul
Jeep terperosok ke perangkap. Ceruk lebar menjorok ke bawah tanah berisi air keruh bekas hujan sukses membuat jeep dan seisinya mandi lumpur.

Deru mesin semakin kencang terdengar. Jeep terperosok ke perangkap. Ceruk lebar menjorok ke bawah tanah berisi air keruh bekas hujan sukses membuat jeep dan seisinya mandi lumpur. Roda jeep yang terus berputar semakin membuat cipratan lumpur lompat ke mana-mana. Teriakan takut sekaligus pasrah telah akrab disuarakan.

Masih belum cukup. Naik ke permukaan, jeep terperosok lagi di kubangan kedua. Mas Taufik memutar setir dengan cepat dan cekatan. Aku sempat terjatuh dari kursi, namun kedua tanganku tetap kokoh menggenggam pegangan. Rasanya tubuhku remuk, tapi menyenangkan. Kali ini, teriakan campur gelakan tawa yang membuat bising tepian Sungai Oya.

Wisata Offroad Gunungkidul
Roda jeep yang terus berputar semakin membuat cipratan lumpur lompat ke mana-mana. Teriakan takut sekaligus pasrah telah akrab disuarakan.

Terjun ke sungai, rasakan sensasi teknik 4×2

Puas mandi lumpur, jeep dibawa menuruni tebing sungai. Sembari mencari-cari jalur yang tepat, perlahan namun pasti, jeep semakin mendekati air. Sungai Oya hari itu sedang surut. Warna khasnya muncul, bening kehijauan. Cuaca cerah menambah seru suasana. Rasanya ingin main sepuasnya di Sungai Oya. Apalagi tubuh sudah kotor dipenuhi lumpur. Tak perlu menunggu lama, jeep meluncur tercebur ke sungai. Dengan kecepatan penuh, jeep meliuk mencari jalur aman di sepanjang Sungai Oya. Agak ke tengah, spot yang kedalaman airnya dangkal. Jika terlalu minggir, bisa terperosok dalam.

Mas Arif memberi aba-aba. Teknik 4×2 diinstruksikan pada Mas Taufik. Mas Taufik berkuasa penuh atas kemudi. Jeep dibawa berputar mengitari sungai. Teknik roda 4×2 dimaksimalkan. Jalur jeep memecah sungai, membuat penumpang kecipratan air sungai seusai mandi lumpur kubangan.

Wisata Offroad Gunungkidul
Jalur jeep memecah sungai, membuat penumpang kecipratan air sungai seusai mandi lumpur kubangan.

Jeep berjalan meliuk-liuk, tubuh Mas Taufik pun ikut melenggak-lenggok mengikuti gerak kemudi. Sesekali jeep dibawa hampir mendekati bagian sungai yang dalam, namun menghindar tiba-tiba, langsung menikung tajam. Penumpang bersorak ceria, hanya Mas Taufik yang terdiam, serius berkonsentrasi mengendalikan armada.

Usai mengitari sungai, jeep dibawa menanjak lagi. Mengistirahatkan diri di atas batu di tebing sungai. Rehat sejenak sembari menikmati pemandangan sungai yang sejuk dan asri. Meskipun sampah yang dibawa banjir terkadang masih tersangkut di dahan pohon, pemandangan Sungai Oya yang bersih di balik desa jarang bisa dijumpai di tempat lain. Jika datang dari kota besar, pemandangan seperti ini pasti sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Wisata Offroad Gunungkidul
Jeep meluncur tercebur ke sungai. Dengan kecepatan penuh, jeep meliuk mencari jalur aman di sepanjang Sungai Oya

Mengapa harus menggunakan jasa Dewa Bejo?

Dewa Bejo merupakan singkatan dari Desa Wisata Bejiharjo yang memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) resmi dengan izin dari pemerintah setempat. Dalam Bahasa Jawa, bejo berarti beruntung. Maka Dewa Bejo dapat diartikan sebagai dewa keberuntungan. Suatu kebetulan yang mengandung makna baik.

Sekretariat Dewa Bejo terletak di Desa Karangmojo, Kecamatan Bejiharjo, Kabupaten Gunungkidul, DIY yang juga berada di kawasan wisata karst Goa Pindul. Cukup mudah untuk menemukan lokasi sekretariat Dewa Bejo. Menggunakan GPS pun sudah menuntun ke tempat yang tepat tanpa harus berurusan dengan jasa-jasa lain yang liar berkeliaran.

Baca juga : Telusur Goa Tanding dan Kisah Sumur Ajaib

Dewa Bejo memiliki fasilitas yang lengkap. Kamar mandi banyak tersedia, pusat informasi akan melayani seluruh kebutuhan, kantong parkir luas untuk kendaraan pribadi maupun rombongan, kios makanan dan cinderamata berjejer, serta para pemandu wisata yang ramah dan berwawasan. Jika dibandingkan dengan kegiatan penelusuran gua, baik Goa Pindul maupun Goa Gelatik, wisata offroad memang yang paling baru diselenggarakan. Aktivitas wisata ini menjadi alternatif yang sangat sayang untuk dilewatkan. Terlebih lagi, Dewa Bejo punya banyak armada yang siap membawa wisatawan memacu adrenalin dan melepas penat dari keramaian kota.

Apakah kamu sudah siap bertualang bersama Dewa Bejo?

Wisata Offroad Gunungkidul
Wisata Offroad Gunungkidul
Banyak jeep yang disediakan oleh pengelola Goa Pindul Dewa Bejo. Setiap tahunnya, Dewa Bejo membuka jalur baru untuk wisata offroad ini.

Informasi dan Pemesanan

Wisata Offroad Gunungkidul
Alamat : Sekretariat Dewa Bejo, Karangmojo, Gunungkidul
Harga: Rp450.000,00/3-4 orang

Fasilitas Tambahan: Berkunjung ke sentra blangkon dan pembuatan Wayang Sada (lidi)
Narahubung: Arif Sulistyo (085741973511)
Website : www.desawisatabejiharjo.net

Previous Post

Pulau Sara, Pesona Kepulauan Talaud di Bibir Pasifik

Next Post

Perayaan Tahun Baru di Puncak Gunung Tunggak

Reza Nurdiana

Reza Nurdiana

Suka bertualang untuk menikmati pemandangan alam, peninggalan sejarah, budaya, dan mencicip kuliner. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Puncak Gunung Tunggak Gunung Gentong

Perayaan Tahun Baru di Puncak Gunung Tunggak

Comments 35

  1. Dwi Susanti says:
    9 tahun ago

    Aaa kangen sama tulisannya Reza Nurdiana nih 🙂 akhirnya bisa baca wkwk
    Seruuu belum pernah ngrasain ngejeep gini eh bisa teriak2 buat melampiaskan sesuatu :p

    Paket lengkap ya, alam, perdesaan, petualangan, dan kelapa muda (kesukaan)
    Kapan lagii ke sana?

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      ayo agendakan. aku ra penak nek bawa anggota sedikit. Wes gampang pokoe kalau selama sama Mas Arip. haha.
      Aku aja g nyangka. tiba2 diajak nge-jeep. sekalian jenguk anaknya Mas Arif, namanya Abimanyu. Yuk agendakan anak2 traveler Gosip

      Balas
  2. Fajrin Herris says:
    9 tahun ago

    Wah wah yg kemarin sempat dshare. #Mupeng Ah klo kjogya lg harus mampir nih mas..

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Wajib mas.. ayo diagendakan segera nggih

      Balas
  3. Alris says:
    9 tahun ago

    Saya belum pernah ngerasain off road beneran pakai jip begitu. Tapi kalo off road pake truk waktu kerja di Kalimantan sudah sering dulu waktu gawe di kebun sawit.
    salam

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      haha. offroad pakai truk malah aku belum pernah e Mba. Bakal mabok kalau pakai truk

      Balas
  4. Ikrom Zain says:
    9 tahun ago

    jadinyaaaa harus ke ke Jogja lagi
    btw mas kalau saya sendirian ke sana apa bisa gabung ya smaa peserta lain (melas banget xixixi)

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Bisa sih mas. Tp lbh enak sudah bawa tim biar pasti dan g berat pas bayarnya.hehe

      Balas
  5. Halim says:
    9 tahun ago

    Waaahhhh iki tenanan menantang! Lain dari sensasi off-road Gunung Merapi.
    Mauuuuu, Nip! Kapan yok mrono. Balsem karo koyo wes siap kih. Hahaha.

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      ayo. siap mengaantar pokoe. ajak 2 temen lainnya yg blogger. wkwkw. mangkat wes ayo

      Balas
  6. Alid Abdul says:
    9 tahun ago

    Wah kalau cuma 400rb/4 orang ya murah habis. Aku udah lama nggak beraktivitas yg memacu adrenalin. Itu sama gua pindul satu menejemen kah?
    Terkadang orang-orang itu aneh ya, klo di jalan pasti mengeluh klo jalanannya gak mulus dan rusak. Ini malah sengaja jalan di kubangan wehehe

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      manajemennya sama Dewa Bejo mas. skrg pengelolane pindul wis 13 pengelola. Kalau yg jeep itu lewat Dewa Bejo.
      Jan ra salah nek ngajak Mas Alid iki, 400 rb kuat mbayar dewe. Yok mas, aku gelem wes dadi fotografermu. Yuk mrene.

      Iya. aku kalau jalan mulus bisa mabok. Kalau jalan rusak malah seru. Aneh yo

      Balas
  7. Gallant says:
    9 tahun ago

    roda jatuh ke kubangan lumpur, kalau hati jatuh ke kubangan kenangan.
    aku mbayangke kok bakal berakibat mual mual nek nge-jeep. :)))
    tapi menarik dicoba

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      weh. ojo galau terus mas.
      wah kamu lemah. gimana mau nerima guncangan rumah tangga kalau naik jeep aja mual

      Balas
  8. Lucky Caesar Direstiyani says:
    9 tahun ago

    Asikkk begitu keliatannya wisata offroadnya. . Hahaha suwun infonyaa mas, bisa masuk wishlist liburan 2017

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Terimakasih Mba. Jangan lupa jawil aku kalau mau ke sini ya. kita main bareng. 😀

      Balas
  9. Indah Fajarwati says:
    9 tahun ago

    Ahhhh aku blm pernah coba offroad kaya gini .. liatnya seru bgd .. next harus coba pokoknya

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Yeay. Main2 dan kabar2 y kalau k jogja. Kita offroad d sini

      Balas
  10. Deddy Huang says:
    9 tahun ago

    Aku belum punya pengalaman coba off road, tapi kebayang udah sensasi enaknya.

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      yukk mas. kalau ke jogja, kita offroad. bisa kontak aku kalau pas lg ngetrip d jogja. kita main bareng ke sini

      Balas
  11. insanwisata says:
    9 tahun ago

    iya Mas. tentu. Yuk mas, ke sini. offroad di sini asik. ada wisata guanya juga

    Balas
  12. cumilebay says:
    9 tahun ago

    Murah yaaa 400 rebu buat 3 -4 orang jadi 100 rebuan lah yaaa

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      iya Om. ayok ke sini. pokoe ditunggu. Kalau sama Om Cum, insyaAllah offroad gunkid langsung hits. bantu promosi ya nanti

      Balas
  13. Ina Rakhmawati says:
    9 tahun ago

    dulu aku juga pke jasa dewa bejo pas ke gua pindul.
    tapi klo nyobain wisata offroad nie aku lom pernah

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      yuk. ke dewa bejo lagi buat offroad-an

      Balas
  14. iKurniawan says:
    9 tahun ago

    Wih kepingin nyobain offroad begini
    tapi maunya sih bangun mobil offroad sendiri
    😀

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      haha. seru mas klo itu

      Balas
  15. Ririn Wandes says:
    9 tahun ago

    Aku suka sekali liburan.
    Menikmati tantangan baru setiap penjelajahan.
    Wisata beginian yang belum pernah kucobain.
    Apakah semua penumpang jerit-jerit yah ketika menikmati wisata offroad begini? Hehehe

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      kukira mau berpuisi Mba. Haha. Soalnya sajaknya sudah a-a-a-a.
      Semua menjerit sih, kecuali juru mudinya. Hehe

      Balas
  16. Jalil says:
    9 tahun ago

    kalo untuk piknik siswa iso diskon gak, rombongan 40 jeep

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Silakan hubungi CP-nya Mas

      Balas
  17. Angga says:
    9 tahun ago

    Kalo misal pengen nyetir sendiri blh g mas

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      boleh mas

      Balas
  18. Vito says:
    9 tahun ago

    Kalo make kendaraan sendiri boleh ga mas?

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Harus ijin panjang mas. ke dukuh, desa, pengelola wisata

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2026 a storyteller