No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

48 Jam Berkeliling Yogyakarta

by Hannif Andy Al - Anshori
Mei 16, 2019
11 min read
2

Hari kedua

08.00 WIB : Dirayu segarnya Taman Air Ekowisata Mudal

Berada di antara perbukitan Menoreh, taman air ini menjadi tempat favorit para kawula muda bersama keluarganya untuk menghabiskan akhir pekan. Hembusan angin sepoi perbukitan membelai rambut. Suara nyanyian burung yang beradu merdu dengan gemericik air sungai bagaikan terapi yang menyegarkan indera. Seperti inilah suasana yang jamak dirasakan wisatawan manakala berkunjung ke Taman Air Ekowisata Mudal.

Saat matahari kian meninggi, sinarnya berusaha menerobos pepohonan yang menyelimuti tiga kolam Taman Air Ekowisata Mudal sehingga membuat suasana menjadi sejuk dan hangat. Maka nikmatilah kesegarannya dengan ikut berendam dan berenang di salah satu kolamnya.

 Taman Air Ekowisata Mudal
 Taman Air Ekowisata Mudal

Lokasi : Banyunganti, Jatimulyo, Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo

11.00 WIB : Santap siang di tengah sawah dengan Geblek Pari Nanggulan

Geblek adalah makanan yang terbuat dari tepung kanji, bawang putih, dan parutan kelapa. Rasa geblek yang kenyal dan gurih seolah memiliki kemiripan dengan cireng (makanan khas Sunda). Namun, yang membedakan adalah makanan pasangannya. Geblek khas Naggulan, Kulonprogo biasa dimakan bersama tempe dan sambal bawang.

Tempat makan yang berada di tengah sawah ini memiliki konsep ‘ndeso’ atau tradisional. Semilir angin di alam terbuka akan membuat acara santap siang Anda semakin berkesan. Belum lagi dengan adanya hammock yang bergelantungan di setiap pepohonan.

Baca juga : Blusukan Kuliner Yogyakarta

  • Geblek Pari Nanggulan
  • Geblek Pari Nanggulan

Lokasi : Pronosutan, Kembang, Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo

16.00 WIB : Menikmati Senja dari Candi Ijo

Kali ini, Candi Ijo menjadi pilihan lokasi menikmati senja di hari kedua. Candi ini merupakan candi Hindu tertinggi di Yogyakarta yang dibangun sekitar abad ke-9. Karena letaknya yang cukup tinggi, maka bukan saja bangunan candi yang dapat Anda saksikan. Melainkan juga pemandangan alam berupa area persawahan dan lalu lalang pesawat yang tengah mendarat dan lepas landas dari Bandar Udara Internasional Adisucipto.

Ragam bentuk seni pahat tinggalan jejak pitarah manusia abad ke-9 dapat dijumpai di antara pintu masuk bangunan candi utama dan perwara. Motif wajah Kala Makara selalu menjadi penghias pintu masuk candi-candi Hindu yang tersebar di Yogyakarta. Sementara tiga candi perwara yang berada di antara candi induk dibangun sebagai bentuk penghormatan pada Brahma, Siwa, dan Whisnu.

Mengunjungi candi ini, ibarat sedang bersemedi di tempat yang sunyi. Jauh dari suara lalu lalang dan polusi asap kendaraan, candi ini sudah cukup populer di kalangan wisatawan yang ingin menikmati pemandangan matahari tenggelam di Yogyakarta.

  • Senja dari Candi Ijo
  • Senja dari Candi Ijo

Lokasi : Kikis, Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman

19.00 WIB : Menutup kegiatan dengan santap malam Sate Kere Mbah Mardi

Pulang. Adalah kata kerja yang nampaknya enggan untuk diungkapkan. Yogyakarta begitu lengkap memberikan suguhan pesonanya supaya Anda tetap tinggal dalam waktu yang lama. Tapi pulang adalah cara mudah kita untuk bisa mengenang keromantisan dan memberi jeda setiap pertemuan.

Maka untuk menutup kegiatan, bolehlah Anda untuk mencicip sajian malam istimewa Sate Kere Mbah Mardi yang beralamat di Jalan Godean. Warung makan yang hanya buka pada malam hari ini berada persis di pinggir jalan raya sehingga tak akan sulit untuk mencarinya.

  • Sate Kere Mbah Mardi
  • Sate Kere Mbah Mardi

Terbuat dari gajih atau lemak sapi, satu porsi sate kere yang dilengkapi lontong sayur dijual dengan harga Rp 8.000 saja. Harga yang sangat ekonomis untuk santap malam yang lezat. Itulah salah satu alasannya, mengapa nama ‘kere’ melekat pada sate lemak ini. Harga yang murah untuk Anda yang sudah berkenan datang ke Yogyakarta.

Selamat berkeliling Yogyakarta!

Lokasi : Jl. Godean Km.7, Sidomoyo, Kabupaten Sleman

Page 2 of 2
Prev12
Previous Post

Membangun Desa Wisata, Memperhatikan Nilai Lokal

Next Post

Terpikat Pesona Negeri Laskar Pelangi

Hannif Andy Al - Anshori

Hannif Andy Al - Anshori

Suka bertualang untuk menikmati peninggalan sejarah, budaya, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Terpikat Pesona Negeri Laskar Pelangi

Terpikat Pesona Negeri Laskar Pelangi

Comments 2

  1. Lombok Wander says:
    7 tahun ago

    Air terjunnya sangat menyejukkan mata !

    Balas
    • insanwisata says:
      7 tahun ago

      Terima kasih

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2026 a storyteller