Seri Foto: Para Inspirasi Asian Para Games 2018

Pernah merasa gagal dan jatuh karena fisik yang tak terlalu sempurna? Atau pernah putus asa pada hidup yang tak lagi istimewa? Maka saksikanlah mereka yang melawan rasa gagal, sakit, dan putus asa itu.

****

Asian Para Games 2018

Terik mentari mulai turun perlahan pertanda masuk sore hari. Sinarnya hampir mengisi separuh ruang lapangan hijau Manahan, Solo. Sementara itu, saya melihat tujuh atlet sedang jeda sejenak dari latihan kerasnya.

Tak butuh waktu lama untuk jeda dari latihan, mereka pun kembali memasuki lapangan hijau pertandingan. Suara keras membakar semangat diteriakkan oleh salah satu dari mereka, Agus Fitriadi (33 tahun). Sembari melayangkan bola ke udara, Agus mengayunkan raket sekuat tenaga. Bola jatuh keras, namun sempat dibalas lawan. Begitu terus. Di atas kursi roda, mereka saling mengejar lari bola yang kencang.

Agus dan Putaran Miring

Mujur, bukan acara pertandingan saja yang saya lihat. Namun proses berlatih lah yang membawa saya bertemu dengan sosok inspirasi, Agus Fitriadi. Ia adalah atlet Asian Para Games dari cabang olahraga tenis kursi roda yang sangat lincah. Kemana pun bola berlari, Agus selalu mengejar dengan cepat. Servis dan pukulannya selalu menukik tajam ke sarang lawan.

Saya menyebutnya dengan gaya putaran miring. Bahkan sebelum ia sampai pada posisi jatuhnya bola, ia sudah melayangkan raket dengan posisi miring. Pukulannya kuat dan sulit dibalas lawan.

Asian Para Games 2018

Pernah kehilangan kaki kanannya tak jadikan Agus berbeda dengan yang lain. Bahkan dengan keterbatasan itu, ia telah mengantongi banyak prestasi. Meski berlari di atas kursi roda sangat sulit dan tak peduli seberapa sering bola melucut dari pukulan, semangat Agus dan keenam atlet lainnya tetap menyala untuk bisa membawa pulang kemenangan.

Melihat latihannya saja sudah cukup sengit. Pukulan mereka keras. Mereka adalah para inspirasi yang saban hari giat berlatih untuk menghasilkan servis dan pukulan yang sulit dijangkau lawan.

Asian Para Games 2018

Asian Para Games 2018

Asian Para Games 2018

Asian Para Games 2018

Asian Para Games 2018

 

Ndaru, Berbagi Motivasi dan Inspirasi dari Menulis

Tak hanya Agus yang menyuntik semangat saya. Hadir di tengah-tengah lapangan hijau tempat berlatih, sosok atlet wanita paling muda, yakni Ndaru Patma Putri datang menyapa saya ramah.

Lahir dan besar di Bantul menjadikan saya dan Ndaru banyak mengobrol dan bernostalgia pada tempat-tempat asik di Yogyakarta. Menariknya, selain aktif menjadi atlet nasional, Ndaru kerap berbagi ruang motivasi dan inspirasi dari kanal media daring. Dua diantaranya adalah Kerjabilitas dan Hipwee. Salah satu tulisan yang cukup menyentil dan menarik dibaca adalah tentang Manusia Normal.

Kerja kerasnya sebagai atlet telah banyak membuahkan hasil. Bahkan Ndaru tak lagi sendiri dalam berlatih. Pasca banyaknya pemberitaan tentang prestasi para atlet difabel, menurutnya kini semakin banyak dan mudah dalam mencari calon atlet penyandang difabel di kawasan Yogyakarta.

Asian Para Games 2018

****

Saya berpindah tempat. Belum habis kekaguman menyaksikan para atlet tenis kursi roda berlatih, saya harus bertepuk tangan memuji para atlet lompat jauh yang sedang berlatih di Stadion Sriwedari, Surakarta. Salah satunya Setiyo Budi Hartanto (33 tahun).

Lapangan hijau tempat berlatih masih dibasahi air hujan semalam. Langit yang berawan juga tak kunjung diurai sinaran mentari. Tapi sedari pukul enam pagi, lapangan ini telah diisi para atlet yang akan berlaga di Asian Para Games pada Oktober mendatang.

Asian Para Games 2018

Asian Para Games 2018

I don’t stop when im tired and lost the arm. I stop when im die. Adalah motivasi Setiyo dalam hidupnya. Karir pertamanya menjadi seorang atlet dimulai sejak 2004. Tidak hanya lompat jauh saja. Setiyo banyak mengantongi prestasi di cabang olahraga lari nasional maupun internasional.

Asian Para Games 2018

Asian Para Games 2018

 

Tegar dan Lemparan Kidal yang Titis

Datang dari cabang olahraga lain, yaitu Boccia, saya berjumpa dengan Tegar di YPAC (Yayasan Penyandang Anak Cacat) Surakarta. Atas ijin kedua pelatihnya, saya pun berkesempatan mendulang banyak pengetahuan tentang Boccia, cabang olahraga yang jarang terdengar lantaran belum ada satu tahun diperkenalkan oleh Indonesia.

Olahraga Boccia merupakan permainan melempar bola yang dirancang untuk orang-orang berkebutuhan khusus cerebral palsy. Gampangnya, permainan Boccia lebih menekankan pada ketepatan lemparan bola dalam mencapai atau mendekati target. Terdapat tiga warna bola dalam pertandingan ini, diantaranya putih, merah, dan biru. Bola putih atau yang disebut dengan bola Jack menjadi target dalam permainan. Sedangkan bola merah dan biru adalah bola yang digunakan tim dalam bermain. Tak hanya ketepatan pada sasaran. Permainan Boccia ini juga mengandalkan strategi dalam bermain.

Asian Para Games 2018

Asian Para Games 2018

Saya semakin bungah ketika Sigit (pelatih Boccia) mengajak saya berkeliling sekolah. YPAC ternyata bukan saja menjadi tempat berlatih para atlet Asian Para Games 2018. Melainkan juga sekolah dan asrama bagi mereka yang berkebutuhan khusus.

Memasuki pintu masing-masing ruangannya membawa saya bernostalgia pada Buleleng, kota kelahiran saya. Ayah lah yang mengenalkan saya pada asrama siswa berkebutuhan khusus. Saban saya pulang dari sekolah, saya kerap menghabiskan waktu untuk bisa bermain badminton dan catur bersama para siswa SLB B dan C. Meski terkendala bahasa, seringkali saya bisa tertawa, bahkan saling menggoda satu sama lainnya. Ya, begitu pula saat berkeliling YPAC.

Sekolah dan yayasan ini tak hanya membagikan pengetahuan di dalam kelas saja. Namun juga mengasah keterampilan dari siswa berkebutuhan khusus berbagai daerah, seperti membatik, bermain musik, bahkan yang terlihat prestasinya adalah di bidang olahraga. Tegar salah satunya. Siswa YPAC ini memantik rasa ketertarikan saya pada cara bermainnya.

Saya memberi gelar pada Tegar sebagai pemilik lemparan kidal yang titis (tepat sasaran). Saya sebut demikian karena dari delapan atlet Boccia Indonesia yang akan berlaga di Asian Para Games nanti, hanya Tegar yang lebih banyak menggunakan tangan kirinya (kidal).

Asian Para Games 2018

Asian Para Games 2018

“Kalau dia mau tepat sasaran, dia pasti menggunakan tangan kiri. Tapi kalau mau menjauhkan bola lawan, dia pakai tangan kanan karena lebih kuat lemparannya,” ujar Sigit.

Fisik yang tak sempurna tak jadikan mereka putus asa bahkan tak berbuat apa-apa. Haruskah berlinang air mata? Tentu tidak. Menyaksikan momen berlatih tiga cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Asian Para Games 2018 pada 6-13 Oktober ini membuat saya yakin dan bangga, bahwa akan banyak prestasi yang akan dibawa pulang guna mengharumkan nama bangsa. Mari kita saksikan langsung perhelatan akbar ini!

Boccia Asian Para Games 2018
Foto bersama tim Boccia Indonesia. Dari kiri ke kanan (depan) diantaranya Andi, Vani, Bintang, Riski, Fendi, Awang, Yuda, dan Tegar. Sedangkan para asisten pelatih dari kiri ke kanan (belakang) diantaranya Andri, Bayu, Harun, dan Rahmat.

 

Comments

comments

One thought on “Seri Foto: Para Inspirasi Asian Para Games 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.