No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

Menjerit Bahagia di River Tubing Ledok Amprong, Gubugklakah

by Hannif Andy Al - Anshori
Mei 8, 2017
9 min read
55

Saya sedang bersantai di penginapan milik Ansori. Tak ada jamuan terbaik selain ramah tamah dan kebebasan menguasai ruang tamu rumahnya. Seperti biasa, Alid selalu punya jurus pamungkas supaya peserta trip menjadi lebih akrab. Pun Tomi, mulai terpancing dengan cerita-cerita serunya. Tak lama, camilan di meja hanya tersisa toplesnya.

Suara mesin jeep sudah terdengar. Beberapa bergegas mengemas barang. Beberapa lagi masih enggan menyudahi cerita. Mereka riang menyambut ajakan Ansori yang sudah memberi aba-aba. Ditemani Zakaria, kami dipandu untuk segera menuju Ledok Amprong.

Di desa ini, bukan hanya Ledok Amprong yang dapat dinikmati wisatawan. Sebelum resmi menjadi desa wisata, Gubugklakah lebih dulu dikenal dengan objek wisata Air Terjun Coban Pelangi. Objek ini pun sudah menjadi tempat wisata umum sejak 1986. Jika beruntung, pengunjung dapat melihat biasan warna pelangi di kaki Air Terjun Coban Pelangi. Untuk itu, jangan lewatkan objek wisata ini, ya!

Sebelumnya, kami tak pernah mengira trek menuju Ledok Amprong belum rata. Jeep yang ditumpangi dua belas orang ini melewati hutan pinus dengan jalanan yang berkelok dan menurun. Di depan kami, ada dua rombongan jeep yang heran mendengar teriakan kami. Siapa lagi coba? Kalau bukan teriakan Alid dan Aya yang mengalahkan suara meraungnya mesin.

Hampir separuh jalan kami habiskan untuk menjerit tanpa ada kesempatan mengambil gambar. Si juru mudi sengaja membuat jeep makin bergoyang ketika melewati jalan berkelok. Pikirnya, ia sedang membawa sekelompok orang gila yang tak bisa diam sebentar saja. Belum lagi jika sedang berpapasan dengan warga. Polah Alid layaknya artis yang sedang tebar pesona. Anak-anak kecil pun melempar balasan. Kami bersorak riang.

Desa Wisata Gubugklakah
Jeep yang menjemput kami dari penginapan menuju lokasi river tubing Ledok Amprong.

Kami punya waktu satu jam lebih untuk bersantai menikmati udara segar Ledok Amprong. Bau gorengan yang hangat menyeruak ke udara. Gemercik deras sungainya akan menjadi medan petualangan. Di antara kami ada yang melanjutkan canda, ada juga yang memilih bersantai dalam ayunan hammock.

Ini bukan pertama kalinya saya menjajal river tubing. Meski sudah sering merasakan sensasi serupa, tentu Ledok Amprong menawarkan adrenalin berbeda. Usai mengenakan perlengkapan keamanan, instruktur Ledok Amprong Adventure memberi arahan singkat panduan keselamatan. Tipsnya, selama di atas ban, paha harus dirapatkan, tangan diletakkan persis di atas ban. Selanjutnya, kami merapal doa dan mengudarakan yel-yel.

“Mau ke mana kita?”

Kompak kami menjawab, “Slulup, slulup, slulup”.

Ditambah dengan lenggak-lenggok gemulai badan, yel-yel pemandu sukses membuat kami tertawa bahagia.

Desa Wisata Gubugklakah
Usai mengenakan perlengkapan keamanan, instruktur Ledok Amprong Adventure memberi arahan singkat panduan keselamatan. Selanjutnya, kami merapal doa dan mengudarakan yel-yel.

Mengarungi derasnya Sungai Amprong

Setelah melewati jalanan setapak yang panjang sembari mengangkat ban, tibalah saatnya saya dan tim Eksplor Deswita Malang mengarungi Sungai Amprong. Coba tebak siapa yang pertama kali akan menjerit saat dihanyutkan ke sungai? Siapa lagi kalau bukan Alid Abdul, Blogger dari Jombang ini tak segan berteriak kencang meski badannya belum hanyut terbawa arus sungai.

Ledok Amprong menawarkan tiga trek yang bisa dijajal wisatawan. Trek pendek, sedang, dan panjang. Masing-masing dijual dengan harga yang berbeda. Di sini, kami hanya berkesempatan menjajal trek pendek sejauh 750 meter karena hari semakin larut sore.

Desa Wisata Gubugklakah
Area Ledok Amprong ini adalah perkebunan pinus yang berstatus milik Perhutani. Ledok Amprong menawarkan tiga trek yang bisa dijajal wisatawan. Trek pendek, sedang, dan panjang. Masing-masing dijual dengan harga yang berbeda.

Dalam bahasa Jawa, Ledok memiliki arti cekungan, sedangkan Amprong sebagai nama sungainya. Meski belum lama diresmikan, Anshori sukses memperkaya dan mempromosikan pilihan paket wisata yang ditawarkan Desa Wisata Gubugklakah. Buktinya, dalam waktu dan hari yang sama, bukan hanya rombongan kami saja yang menikmatinya.

Area Ledok Amprong ini merupakan perkebunan pinus yang berstatus milik Perhutani. Kemudian melalui kerjasama yang sah, kawasan ini dikelola secara bersama untuk kegiatan wisata. Beberapa warga pun terlibat sebagai penyedia jasa di kawasan Ledok Amprong. Jika kalian ingin membeli paket river tubing ini, baiknya dapat berkoordinasi terlebih dahulu dengan POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) Desa Wisata Gubugklakah.

Desa Wisata Gubugklakah
Desa Wisata Gubugklakah sukses mempromosikan wisata river tubing yang memanfaatkan keberadaan Ledok Amprong. Buktinya, dalam waktu dan hari yang sama, bukan hanya rombongan kami saja yang menikmatinya.

POKDARWIS DWG (Desa Wisata Gubugklakah) bersama Ledok Amprong Adventure sadar betul bukan hanya kepuasan wisatawan yang harus diutamakan, namun yang terpenting adalah keselamatan dalam berwisata. Untuk itu, ditempatkanlah beberapa orang volunteer BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk bersiaga mengawasi jalannya aktivitas wisata.

Guncangan demi guncangan saya lewati. Kadang saya harus tersandung dan terjepit batu besar. Ya, tantangan ketika tubing di air dangkal itu adalah pantat terkena bebatuan. Jika itu yang ditakutkan, cobalah untuk mengatur posisi duduk agar badan memiliki posisi nyaman. Oh, ya. Kedalaman rata-rata Sungai Amprong setinggi lutut orang dewasa. Meskipun tidak terlalu dalam, alirannya cukup kencang.

Desa Wisata Gubugklakah
Desa Wisata Gubugklakah
Desa Wisata Gubugklakah

Berbeda dengan river tubing di Sungai Oya atau Gua Pindul di Yogyakarta. Di Ledok Amprong, kami mengarungi sungai tanpa bergandengan satu dan yang lainnya. Saya terpisah jauh dari rombongan. Arus yang deras membawa badan kami dengan cepat. Namun jangan khawatir. Instruktur Ledok Amprong Adventure sudah siaga di beberapa titik jeram. Tak berselang lama, instruktur Ledok Amprong Adventure merangkul kuat pundak saya.

“Saya dorong ya, Mas. Awas kameranya”.

Saya kembali mengarungi sungai yang deras arusnya. Kali ini di tingkat yang cukup ekstrim. Saya nyaris tergulung arus karena tak mampu menjaga keseimbangan. Meski berhasil melewatinya tanpa harus terguling seperti Aya, saya merasa belum cukup puas karena sudah melihat tanda pos perhentian pertama.

Hal yang paling menyenangkan saat river tubing di Ledok Amprong adalah banyaknya jeram. Bahkan bebatuannya tersebar di segala penjuru. Di sinilah adrenalin terpacu kencang. Jika tidak tersangkut batu, biasanya wisatawan akan terguling karena tak seimbang melewati jeram. Di saat itulah biasanya kami berteriak kencang. Namun, berbeda dengan Alid dan Aya. Tanpa ada jeram dan rintangan pun, mereka tetap berteriak keras.

Tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan trek pendek seharga Rp 100.000 ini. Apalagi dengan arus yang lebih kencang pasca diguyur hujan semalam. Meski ban karet sudah mengantarkan saya sampai garis finish, bukan berarti saya harus menyudahi petualangan. Masih ada beberapa teman di belakang yang harus dibuat menjerit dan menderita. Akhirnya, Aji dan Alid menjadi korban keisengan kami. Kami pun puas membuat mereka terguling dari ban karetnya.

Hari semakin sore, udara menjadi lebih dingin. Juru pandu memberi aba-aba agar kami segera naik ke permukaan. Kami pun harus pulang dengan merelakan pengalaman river tubing trek panjang. Dengan pakaian basah dan cuaca yang dingin, tak ada yang bisa menjamin kami bakal tak masuk angin. Buktinya, Sitam harus bermandikan minyak kayu putih pasca river tubing di Ledok Amprong.

Desa Wisata Gubugklakah
Tim Eksplor Deswita Malang usai menikmati jeram di Ledok Amprong, Desa Wisata Gubugklakah. Dokumentasi oleh : Ghozali Qodratullah
Desa Wisata Gubugklakah
Pemandangan di kawasan Ledok Amprong yang berupa hutan pinus milik Perhutani. Kawasan ini dikelola secara bersama melalui MoU antara Perhutani dan POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) Gubugklakah

Jeep offroad pun mengantar kami menuju penginapan. Dengan kondisi jalan tanah bergelombang, kami kembali terguncang. Ditambah lagi saat mengingat yel-yel ‘slulup…slulup’, rasanya sulit membuat tim ini hening. Hal yang sangat menyenangkan jika bisa tertawa lepas bersama teman-teman, bukan?

Informasi dan pemesanan

Desa Wisata Gubugklakah merupakan salah satu desa wisata di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang menjadi salah satu akses menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kondisi geografis yang demikian menjadikan desa ini memiliki hawa yang sejuk dengan suhu udara berkisar antara 200 hingga 220 celcius. 

Selain itu, kamu juga dapat mampir ke Desa Wisata Sanankerto yang terletak di Kecamatan Turen. Adapun potensi dari desa wisata ini adalah pembuatan telur asin, hutan bambu Andeman atau Boonpring, agrowisata petik apel, outbound desa, dan lainnya.

Desa Wisata Gubugklakah, Poncokusumo, Kabupaten Malang
Narahubung : Purnomo Ansori (087859478177)

  • Gubukklakah
  • Gunung Bromo
Previous Post

Eksplor Deswita Pujon Kidul: Eduwisata SAE Pujon

Next Post

Inspirasi yang Datang dari Hutan Bambu Andeman, Sanankerto

Hannif Andy Al - Anshori

Hannif Andy Al - Anshori

Suka bertualang untuk menikmati peninggalan sejarah, budaya, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Hutan Bambu Andeman, Sanankerto

Inspirasi yang Datang dari Hutan Bambu Andeman, Sanankerto

Comments 55

  1. BaRTZap says:
    9 tahun ago

    Mungkin Alid itu punya prinsip: Menjerit dahulu, mengalir adrenalin kemudian! 😀

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      hahaa. unik yaa. Bupati Jombang tanpa kharisma, sukanya jerit

      Balas
      • BaRTZap says:
        9 tahun ago

        Mungkin di situ rahasia kharisma nya 😀

        Balas
        • insanwisata says:
          9 tahun ago

          dia pakai susuk mas

          Balas
          • BaRTZap says:
            9 tahun ago

            Psstt orangnya lagi di Nepal 😀

          • insanwisata says:
            9 tahun ago

            Tolong pukul dia. Suruh segera setor tulisan. Haha

  2. Silviana Noerita says:
    9 tahun ago

    Really happy! Seneng banget bisa tubing di sini. Apalagi sensasi tergencet jeep itu lho, duh lebamnya gak ilang dua hari. HAHAHA. Seru dan terbaek!

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      hahaa. masih lebam? Yuk ke Bejiharjo. Biar tambah bengkak badannya

      Balas
  3. Mesra Berkelana says:
    9 tahun ago

    Masi menjadi misteri, sbenernya naik jeep itu gak nakutin. Tapi mas Alid kenapa yo mesti teriak2 lebay apalagi sambil bilang ” Kandunganku ” Hahah hingga jadi bahan tontonan wisata lain

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Haha. itulah Alid Abdul. Mungkin kalau kamu diajak ke Nglinggo, kamu bakal tutup kuping rapat2. teriakannya mematikan

      Balas
  4. Iwan Tantomi says:
    9 tahun ago

    Jambret sispai kenapa dibawa-bawa, kukutuk jadi Leak kau!

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      yang penting kamu di sini sebagai orang bijak. menyampaikan cerita berwawasan. Buahaha

      Balas
  5. ghozaliq says:
    9 tahun ago

    Harusnya tuh ambil rute terjauh ya, maksudnya dari Coba Pelangi startnya….wkakwa kan biar lama dan makin seru.

    Tapi emang lokasi Ledok Amprong ini asik banget buat nyantai, betah deh kalau harus camping ceria di situ…

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      nah itu kenapa g ada camping groundnya ya.
      Aku belum puas ambil yang rute pendek

      Balas
  6. Gallant Tsany Abdillah says:
    9 tahun ago

    kayaknya mas Alid ini super duper heboh banget yes orangnya hahaha

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      pokoknya dia kaya toa masjid

      Balas
  7. Nasirullah Sitam says:
    9 tahun ago

    Entahlah di sini semua rasa kualami, serunya main tubing, dinginnya air, terbalik di tengah lairan air, terjepit di jeep, dan suara habis karena berteriak.

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      iyaa. airnya itu yg dingin banget. Masih kuat ga? Haha

      Balas
  8. insanwisata says:
    9 tahun ago

    waduh. geng deswita rek. sebutan baru. Haha.
    Simbok mah diam, anteng

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Simbok anteng kalau ga dapet wifi. Dia mah, numpang wifian terus sama insanwisata.

      Balas
  9. Vanisa Desfriani says:
    9 tahun ago

    jadi penasaran, alid itu yang manaa? 😀

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Kok kamu penasaran sama Alidnya sih? bukan sama deswita-nya. Hahhaa

      Balas
      • Vanisa Desfriani says:
        9 tahun ago

        deswitanya udah baca di beberapa bw, berseliweran juga di timeline. hahaha

        jadi komen yang anehnya ajahh 😛

        Balas
        • insanwisata says:
          9 tahun ago

          Makasih Sha sudah berkenan mampir. Cie, tertarik sama deswita?

          Balas
  10. cewealpukat says:
    9 tahun ago

    untung dia gak teriak kandungankuuu kandungankuuu. Eh tapi aku masih penasaran dengan trek yang lebih panjang :((

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Kalau trek panjang. Kayanya g cuma mas Sitam aja yang masuk angin. Kita semua bisa masuk angin. Gimana ga? Dingin banget.

      Balas
  11. Halim Santoso says:
    9 tahun ago

    Ledok Amprong jadi pengalaman pertama kali ber-river tubing! Ternyata deg-deg serr… serem ini ketimbang rafting, soalnya nggak bisa teriak rame-rame sama teman lain dalam satu perahu yang sama hahaha.

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      jadi, kamu takut mas? ya ampun -__-
      padahal menurutku masih ekstrim Rafting rek

      Balas
  12. Rifqy Faiza Rahman says:
    9 tahun ago

    Segernyaaaa! Kali Amprong ini memang memberkahi hehehe.

    Btw, mas Alid jadi siluman bulus? Wkwkwkwkwk.

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      iya. dia menjelma jadi siluman bulus. Haha

      Balas
  13. Hendi Setiyanto says:
    9 tahun ago

    maen river tubing memang menyenangkan walau ujung2nya boyok encok karena posisi duduk di atas ban dalam waktu lama, yg bikin salut adalah guide-nya yang harus ekstra sabar memandu pengunjung yang kadang ga sabaran (berdasar pengalamn)

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      bener mas. Tapi di sini kami ambil rute pendek. Ya ga bikin pegel2 banget lah. Cuma suara aja yang pada habis karena teriak terus

      Balas
      • Hendi Setiyanto says:
        9 tahun ago

        duh maen air memang menyenangkan sekali

        Balas
        • insanwisata says:
          9 tahun ago

          iya mas. Seger

          Balas
  14. Endah Kurnia Wirawati says:
    9 tahun ago

    Wahh river tubing.
    enak ya bisa santai di atas pelampung sambil menikmati pemandangan.

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Yes Mba. Enak

      Balas
  15. wisnutri says:
    9 tahun ago

    aku mbayangin pas mraktekin yel yel ‘e lho mas hehe
    slulup-slulup-slulup

    *yes bisa* haha

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Yeay. bisa. Salam slulup

      Balas
  16. Evi says:
    9 tahun ago

    Seru sangat lah river tubingnya. Gak heran lah pada menjerit bahagia. Sayang saja Mas Sitam masuk angin yah 🙂

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Haha. Iya Mba, langsung masuk angin dia.

      Balas
    • Iwan Tantomi says:
      9 tahun ago

      Padahal kalau di pantai gak pakai baju malah, beda mungkin ya, hawa pantai sama hawa gunung.

      Balas
      • insanwisata says:
        9 tahun ago

        kamu kan kurus gitu. Ketiup angin terbang

        Balas
  17. @nurulrahma says:
    9 tahun ago

    Woaaaahhh, seruuu bangettt kalo yang traveling anak2 gahoooll muda kekinian, asik banget baca reportasenya niih 🙂

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      asikk. dibilang anak gahul kekinian. makasih Mba

      Balas
  18. Dilan says:
    9 tahun ago

    wah jawa timur yah, jauh euy

    tapi tempatnya sepertinya asik

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Iya Mas, asik

      Balas
  19. Iwan Tantomi says:
    9 tahun ago

    Wah, seru ya, Malang sebelah mana ini, mas?

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Pernah ditempeli leak belum?

      Balas
  20. Elisabeth Murni says:
    9 tahun ago

    Wouh seru ini, sungainya berjeram gitu. Enggak yang alirannya mulus anteng dan bikin ngantuk. Kayaknya view kana kiri sungai bagus juga ya? ijo royo-royo. Tapi mesti airnya adeeeem

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Sumpah. adem banget Mba. Serius.
      Cobain ke sini. Ajak Bre main air di sini pasti suka

      Balas
  21. Babang Travengler says:
    9 tahun ago

    keren kali , Babang paling suka olahraga ekstrem kayak gini, apalagi rame-rame

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Iya. Seru. Mampir Ledok Amprong kalau ke Malang ya Babang

      Balas
  22. Bara Anggara says:
    8 tahun ago

    whoaaa, kayanya seru bgt nih tim kalian ini.. Jadi pgn ngerasain kekonyolan itu, pasti menambah seru perjalanan..

    Salam
    -Traveler Paruh Waktu

    Balas
    • insanwisata says:
      8 tahun ago

      iya dong. tim kita selalu seru

      Balas
  23. Yusuf says:
    1 tahun ago

    Seru banget baca tentang pengalaman river tubing di Ledok Amprong! Tempatnya kelihatan menantang tapi juga menyenangkan. Jadi pengen coba langsung. Makasih udah share aktivitas seru ini!

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2023 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2023 a storyteller