No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

Eksplor Deswita Pujon Kidul: Eduwisata SAE Pujon

by Hannif Andy Al - Anshori
Mei 4, 2017
8 min read
38

Saya tak pernah menyangka untuk sedemikian cintanya berwisata ke desa. Sejak kegiatan bertajuk Eksplor Deswita Jogja sukses terselenggara, entah kenapa, saya semakin tertarik untuk menggali lebih banyak cerita yang bersumber dari desa. Dan itulah sebabnya, Malang menjadi tujuan saya berikutnya.

****

Malang telah berkembang pesat. Wisata buatannya kian ramai dipadati wisatawan. Namun barangkali ada tempat menarik lainnya yang perlu disambangi ketika singgah di Kabupaten Malang. Paculah kuda besi menuju Desa Pujon Kidul yang berada di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Di Desa Pujon Kidul, masyarakat menghabiskan banyak waktunya untuk merawat ternak. Meski sebagian besar berprofesi sebagai petani sayuran, sudah dapat dipastikan masyarakat Pujon Kidul memiliki ternak sapi perah di masing-masing rumah. Cerita itu saya dapatkan langsung dari Udi, kepala desa yang sukses membuat banyak perubahan di Pujon Kidul.

Syukurlah, potensi itu ditangkap bijak oleh Udi dan POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) Capung Alas. Tepat saat ia terpilih menjadi kepala desa pada 7 Agustus 2011, ia mulai serius membangun pariwisata di desanya. Menjual desa dengan papan nama desa wisata tentu bukan hal sulit bagi Udi yang sudah mengantongi banyak pengalaman selama bekerja di hotel berbintang. Agar nuansa berwisata tak kehilangan suasana desa dan menggerus budaya, eduwisata dikemas semenarik mungkin supaya diminati banyak wisatawan.

Desa Wisata Pujon Kidul
Beternak sapi perah adalah sandaran hidup bagi 1.324 kepala keluarga di sana. Membangun rumah, menyekolahkan anak, naik haji, adalah hasil yang didapat dari keringat memerah susu setiap pagi dan sore. Sapi-sapi perahan harus dirawat dengan baik, dimulai dari kandang harus bersih, nutrisi harus terpenuhi.

Sore yang cerah dengan langit yang bersih adalah latar apik kunjungan perdana saya ke Pujon Kidul. Aroma segarnya ladang pertanian membuat saya rela menurunkan kaca jendela mobil demi menghirup khusyuk dalam-dalam udara pedesaan.

Sebelum melihat kegiatan masyarakat di Desa Pujon Kidul, Udi mengajak saya dan rombongan menuju kandang kelompok. Di sinilah masyarakat menitipkan ternak sapinya untuk dirawat secara bersama. Sebelum diperah, sapi harus dimandikan terlebih dahulu. Kondisi kandang pun harus dijaga kebersihannya. Setiap harinya, kelompok peternak sapi perah akan bergiliran membersihkan kandang dan kotoran yang menempel di badan sapi. Hal ini tentunya untuk menjaga kesehatan sapi dan kualitas susunya.

Pemasok susu sapi perah paling besar di Malang Raya

Tak lama setelah melihat proses memerah susu sapi, kami pun bertolak menuju gudang penyetoran susu sapi pinggir jalan. Kami datang pukul tiga tepat. Berselang beberapa menit saja, satu persatu warga mulai datang sembari menyunggi ember yang berisi berliter-liter susu.

Dengan ramah, Samsul (47 tahun), menjelaskan tugasnya kepada saya. Sebagai orang pertama yang harus dilalui para penyetor susu, tugas Samsul tak selalu mudah. Ia harus cermat melihat kualitas susu dengan alat takar di mejanya. Samsul mengaku, ia bisa melayani lebih dari 300 penyetor susu setiap hari.

Desa Wisata Pujon Kidul
Desa Wisata Pujon Kidul
Samsul (47 tahun) sedang memastikan kondisi susu sapi yang disetor oleh warga Pujon Kidul.

Samsul paham betul bagaimana menilai susu yang baik dan lolos syarat untuk disetor kembali ke koperasi. Sudah genap tiga tahun ia menekuni pekerjaannya sebagai penerima susu di Pujon Kidul.

“Kalau susunya jelek, ya saya kembalikan, Mas”, terang Samsul.

Hikayat susu sapi perah Pujon Kidul telah kondang sebagai penyetor susu terbesar di Malang Raya. “Pujon Kidul itu pemasok susu sapi perah paling besar di Malang Raya, Mas”, ujar Udi yang mendampingi saya dan tim Eksplor Deswita Malang memotret segala aktivitas yang terjadi di sana.

Desa Wisata Pujon Kidul

Di sini, saya berjumpa dengan Siamah (50 tahun). Setiap harinya, ibu yang memiliki dua sapi di kandangnya ini mampu menyetor lima sampai delapan liter susu sapi segar setiap harinya.

“Per liternya dihargai lima ribu, Mas”, aku Siamah.

Tak hanya Siamah. Hak yang sama juga didapatkan oleh Giran (50 tahun) yang saat ini memiliki tujuh ekor sapi di kandangnya. Jika Siamah hanya sanggup menyetor paling banyak delapan liter susu sapi, dengan tujuh ekor sapinya, Giran sanggup menyetor lebih dari lima puluh liter susu sapi setiap harinya.

“Tadi pagi setor tiga puluh liter. Sore ini dua puluh lima liter”, ungkap bapak dua anak ini.

Desa Wisata Pujon Kidul
Desa Wisata Pujon Kidul
Desa Wisata Pujon Kidul
Desa Wisata Pujon Kidul

Samsul dan ratusan peternak sapi perah di Pujon Kidul punya kiat sukses menjaga kuantitas dan kualitas terbaik susu murninya. Tak seperti daerah lain yang mungkin hanya disetor lewat koperasi dan dipasarkan keliling, setiap harinya, akan datang truk perusahaan Nestle yang siap mengangkut 3.000 liter susu sapi yang telah terkumpul di koperasi SAE Pujon.

Tak hanya disetor langsung ke koperasi, beberapa warga yang tergabung dalam kelompok ternak telah sukses berinovasi. Susu sapi tak hanya nikmat dikonsumsi sebagai minuman dan pelengkap nutrisi Empat Sehat Lima Sempurna yang kerap dikampanyekan instansi plat merah. Susu sapi juga diolah menjadi yoghurt, maupun camilan yang sudah lumrah menjadi buah tangan khas Desa Wisata Pujon Kidul.

Desa Wisata Pujon Kidul
Susu sapi tak hanya nikmat dikonsumsi sebagai minuman dan pelengkap nutrisi Empat Sehat Lima Sempurna yang kerap dikampanyekan Departemen Kesehatan. Susu sapi juga diolah menjadi yoghurt maupun camilan yang dapat dibawa pulang sebagai buah tangan khas Desa Wisata Pujon Kidul.

Beternak sapi perah adalah sandaran hidup

Beternak sapi perah adalah sandaran hidup bagi 1.324 kepala keluarga di sana. Membangun rumah, menyekolahkan anak, naik haji, adalah hasil yang didapat dari keringat memerah susu setiap pagi dan sore.

Potensi demikian tak disia-siakan. Siapa pun yang datang dan membeli paket ini, akan disuguhi pengalaman berkesan seperti memandikan sapi, memberikan makan sapi, dan memerah susu sapi. Inilah aktivitas desa wisata. Pengunjung akan diajak lebih dekat untuk belajar, mengenali, dan terlibat dengan aktivitas masyarakat lokal.

Meski terkenal lebih dulu dengan Kafe Sawahnya, Desa Wisata Pujon Kidul masih menyimpan banyak potensi yang menarik untuk digali. Untuk itu jangan heran saat melewati jalan raya Kecamatan Pujon. Melihat kendaraan yang mengantre menuju Kafe Sawah Pujon Kidul adalah pemandangan yang jamak dijumpai saat musim liburan.

Bagaimana? Tertarik datang ke desa wisata ini?

Baca juga : Inspirasi yang Datang dari Hutan Bambu Andeman, Sanankerto

Desa Wisata Pujon Kidul
Setiap harinya, akan datang truk perusahaan Nestle yang siap mengangkut 3.000 liter susu sapi yang telah terkumpul di koperasi SAE Pujon.

Informasi dan pemesanan

Selain Desa Wisata Pujonkidul, kamu juga dapat mampir ke Desa Wisata Gubugklakah yang terletak di Kecamatan Poncokusumo. Desa wisata ini menjadi salah satu akses menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kondisi geografis yang demikian menjadikan desa ini memiliki hawa yang sejuk dengan suhu udara berkisar antara 200 hingga 220 celcius. 

Beberapa paket wisata yang ditawarkan di Desa Wisata Gubugklakah di antaranya adalah perah susu sapi, Air Terjun Coban Pelangi, river tubing Ledok Amprong, agrowisata petik apel, outbound ndeso di hutan pinus, maupun sunrise Gunung Bromo.

Desa Wisata Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang
Narahubung : Udi Hardoko (081232581056)

  • Pujon Kidul
  • Gubukklakah
Previous Post

Rahmad dan Sejarah Tenun Lurik Pedan

Next Post

Menjerit Bahagia di River Tubing Ledok Amprong, Gubugklakah

Hannif Andy Al - Anshori

Hannif Andy Al - Anshori

Suka bertualang untuk menikmati peninggalan sejarah, budaya, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Desa Wisata Gubugklakah

Menjerit Bahagia di River Tubing Ledok Amprong, Gubugklakah

Comments 38

  1. Aji Sukma says:
    9 tahun ago

    Lucu gak sih, aku yang notabene nya berasal dr Kota Susu justru baru liat proses pemerahan susu sapi sampai distribusinya justru di Malang ini. Wkwkwkwk makin jatuh cinta deh sm kearifan lokal desa wisata :’)

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Ga gumun deh kalau kamu. Hhaa.
      Cie makin suka sama Deswita. Ayo eksplor manalagi ya enaknya?

      Balas
  2. Gallant Tsany Abdillah says:
    9 tahun ago

    aku dapet info dari temenku yang orang Malang, katanya emang Pujon ini dari dulu udah jadi penghasil susu.
    keren lah kalo sekarang jadi dikonsep desa wisata 🙂

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Yes Mas, terbesar di Malang Raya lah. Ayo ke sini. Minum susu biar kuat

      Balas
  3. ghozaliq says:
    9 tahun ago

    Gimana Mas rasanya bisa merah susu sapi sendiri pertama kail dan langsung berhasil? akwakwkaw

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      rasanya, uenak. haha. tapi khawatir ditendang sapi kalau terlalu keras merahnyaa

      Balas
  4. insanwisata says:
    9 tahun ago

    kamu harus banyak minum susu mas. biar kuat tulang-tulangnya. hehe.
    Ayo sini, jangan lupa ketemu Pak Udi

    Balas
  5. Nasirullah Sitam says:
    9 tahun ago

    Liat ramainya yang datang kala sore menyetor susu kok kelihatan seru ya. Pujon Kidul membuatku masih penasaran karena tidak lama di sana.

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      yups. makin ramai dan makin ramai. Seru banget liputan di sini

      Balas
  6. ZHARND says:
    9 tahun ago

    Lain kali ke pemerahan susu yang jauhan dikit pak, di desa Dodol Kasembon xD

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      saya baru dengar nama desanya. Terimakasih ya

      Balas
      • ZHARND says:
        9 tahun ago

        Sama”. Kebetulan kemarin ada posdaya disitu, jadi tau. Kalau susu yang di Kasmebon itu dikirm ke Pasuruan (atau Pandaan ya?), ke pabrik Nestle

        Balas
        • insanwisata says:
          9 tahun ago

          iya. di Pasuruan Mba kalau menurut informasi yg saya baca

          Balas
  7. Fanny f nila says:
    9 tahun ago

    Jujurnya saya ga suka susu :D. Kec susu kotak dan udh diksh rasa coklat :D. Tp bakal mau banget sih kalo ada kesempatan utk melihat lgs cara sapi diperah sampe prosesnya bisa k tangan koperasi 🙂

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      hehe. saya juga gitu. Tapi kemarin nyobain susu segar. Enak kok

      Balas
  8. Satya Winnie says:
    9 tahun ago

    Sebagai pecinta susu, agaknya wajib aku menyambangi Deswita Pujon Kidul ini Nif. Senangnya jika makin banyak desa-desa wisata yang berkembang seperti ini yaaa….

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      kamu harus ke sini Mba. Terus merah susu, pasti kamu senang banget

      Balas
  9. Endah Kurnia Wirawati says:
    9 tahun ago

    saya juga suka beli susu kalo lagi main ke desa yang punya produksi susu macam gini nih..
    susu segarnya enak.
    fresh from the cow! hehehe..

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      iya. Lebih segar dan enak. Dan lihat proses perah susunya yang menarik

      Balas
  10. Dwi Susanti says:
    9 tahun ago

    Nif kamu kalah putih dibanding sapi :p

    Apakah tempat peternak sapi perah harus di suhu sekian, sekian mdpl nif?
    Kapan ya kira-kira aku dapet pengalaman pertama merah susu sapi? Belum pernah.

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      halah. aku kalah pun masih banyak yang suka gini kok :p
      di atas 1000 Mdpl nih kalau kecamatan Pujonnya.
      Makanya, ikut. Di Klaten ada lhoh. di Kecamatan karangnongko

      Balas
  11. Yasir Yafiat says:
    9 tahun ago

    Potensinya hampir mirip di Dewikano nih Mas (Desa Wisata Kaligono) namun bedanya, di sana masyarakat setempat berternak kambing etawa yang mana susunya bisa dijual dan menjadi sumber penghasilan masyarakat setempat. Uniknya, susu kambing etawa di sana bisa langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu dan tidak berbau kambing sama sekali.

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Aku seumur umur belum pernah minum susu kambing Etawa. Kayanya Kulonprogo juga punya komoditi Kambing EP.
      Menarik itu kalau jadi desa wisata, digarap sana Yas! Hehe

      Balas
      • Yasir Yafiat says:
        9 tahun ago

        Awalnya aku ragu buat minum itu susu, karena daging kambing aja nggak doyan, apa kabar dengan susunya. Eh malah enak. Jadi ketagihan minum beberapa cup. hehehe
        Itu sudah jadi Desa Wisata Mas dan pernah masuk 3 besar Desa Wisata terbaik Tingkat Nasional apa Jateng DIY gitu.

        Balas
        • insanwisata says:
          9 tahun ago

          wah. Mau ah ke sana bikin agenda #EksplorDeswita . hehe. Keren ya, deswita2 Nusantara itu. Punya ragam potensi yang jarang disambangi.
          Walah, kamu harus ngulang bikin proposal hidup lagi tuh. Aku doyan rakus banget kalau sama daging kambing. Haha

          Balas
          • Yasir Yafiat says:
            9 tahun ago

            Hahahahaha….. Ayok agendakan bareng-bareng buat ke sana lagi. Lokasinya di Purworejo itu Mas.

          • insanwisata says:
            9 tahun ago

            Oalah Purworejo, pantes banyak Etawa. Siap deh. Agendakan

          • Yasir Yafiat says:
            9 tahun ago

            Hayuk…..

  12. Rifqy Faiza Rahman says:
    9 tahun ago

    Dulu waktu di kos lama di dua tahun awal kuliah, kadang-kadang disuruh ibu kos beliin susu segar, tapi bukan ke Pujon. Belinya di Dau deket Sengkaling. Tapi kayaknya juga ambil dari Pujon.

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Jadi mas Rifqy anak kesayangan ibu kos nih?

      Balas
  13. Munasyaroh says:
    9 tahun ago

    Dulu waktu hidup di Malang, selalu pengen pergi ke Pujon ini tapi gak pernah ada kesempatan.
    Semoga tahun ini bisa kesana

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      aamiin. Pujon sekarang makin cakep

      Balas
  14. mysukmana says:
    9 tahun ago

    terus kak, kapak saya di ajak kesini sama panjenengan mase 🙂

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      atur jadwal kak 🙂

      Balas
  15. Uniek Kaswarganti says:
    9 tahun ago

    Luar biasa ya dukungan tokoh masyarakat maupun pemerintah dlm pengembangan Desa Wisata. Jadinya perputaran roda ekonomi enggak semata2 ada di kota aja.

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Yes Mba. Bergerak dari bawah

      Balas
  16. Halim Santoso says:
    9 tahun ago

    Foto pas saling teguk susu segar di Cafe Sawah nggak dimasukin ya, Nif? Hahaha. Asli seger banget susu sapi perah di Pujon Kidul, wajar jika Nestle pun tertarik mengambilnya langsung. Sayangnya waktu itu nggak ada yang berani minum langsung dari sumber aslinya. Kan seru. 😀

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Itu di kamera sapa? yang tangan silang itu kan? aku ga punya. hehe.
      Heh. Aku minum ya dari sumber aslinya. Aku sama Lidia. Habis perah langsung minum

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2023 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2023 a storyteller