No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

Sepiring Kelezatan dari Kediri

by Reza Nurdiana
Maret 28, 2014
2 min read
1

Meme, seorang kawan dari Kediri. Seorang sahabat yang kukenal dua tahun belakangan ini. Aku ingat betul ia selalu membawa oleh-oleh khas Kediri untuk kami, sahabatnya di Jogja. Satu kantong kresek penuh berisi gethuk pisang bisa habis dalam sekejap. Rasanya manis dan agak getir, wanginya harum menyengat. Kadang, kami harus rebutan sampai bertengkar kecil untuk mengingat berapa gethuk pisang yang sudah kami lahap. Lucu memang. Begitulah manisnya gethuk pisang bagi kami.

“Sesuk tak gawakke krupuk upil yo, cah!” (red : besuk tak bawain krupuk upil ya)  serunya dengan logat Jawa Timur yang khas.

Dan ia tak melanggar janjinya. Di lain waktu, ia bawakan beberapa bungkus kerupuk berwarna putih. Sekilas penampilannya tampak biasa. Begitu dikunyah, rasanya asin seperti upil. Kerupuk upil tidak digoreng, tapi disangrai. Jadilah rasanya asin bercampur sedikit pasir. Gara-gara kerupuk yang satu ini, satu per satu dari kami akhirnya mengaku pernah merasakan asinnya upil waktu kecil. Kamipun terbahak, tapi bukan cuma kami kan yang begitu?

Setahun yang lalu, kami berkesempatan membuat rumah Meme menjadi ramai dan berisik. Berpetualang di Kediri waktu itu penuh suka cita. Pagi-pagi, ia mengajak kami menikmati sarapan nasi pecel tumpang di taman kota. Usai mengantri sebentar, kami dapati pincuk berisi nasi pecel yang ditumpangi sayur tempe bosok. Gurih, manis, dan pedas dalam tiap suapnya. Diiringi lagu dangdut yang liriknya menggelikan, suasana sarapan dengan menu nasi pecel tumpang di atas pincuk jadi salah satu momen bahagia kami.

 

1982338_4146982288463_52464298_n

 

 

Siangnya, ia bawa kami ke warung paling terkenal di dekat rumahnya. Rujak Cingur, perburuan utama kami di Kediri. Sebenarnya rujak cingur berasal dari Surabaya, namun Kediri juga banyak menjualnya. Cingur adalah moncong sapi, kenyal ketika digigit. Dibarengi potongan lontong, tahu-tempe, sayur, dan buah-buahan kaya serat. Disiram sambal kacang dengan sedikit rasa petis udang. Dan manisnya es soda gembira ikut melelehkan cuaca panas siang itu.

Kediri adalah tempat yang menyenangkan, tapi kami harus pulang. Tak lupa oleh-oleh untuk yang tercinta. Satu wadah yang terbuat dari bambu berisi tahu takwa khas Kediri jadi pilihan kami. Aroma gurih tercium dari tumpukan kotak-kotak kuning di lemari kaca. Berkat proses perebusan yang membuat tahu matang sampai dalam, tahu takwa bisa dimakan tanpa digoreng lebih dulu. Teksturnya lembut dan kenyal, tak ada rasa asam sama sekali.

 

10155504_4146982728474_336650733_n

 

 

Meme, seorang kawan dari Kediri. Karenanya, banyak rasa yang lewat di kerongkongan kami. Suasana warung rujak cingur, ibu penjual pecel tumpang yang bersahaja, tahu takwa yang menggoda, gethuk pisang yang selalu jadi rebutan, dan kerupuk upil yang selalu memunculkan gelak tawa. Mereka adalah kerinduan yang mau tak mau harus tertahan.

 

1619248_4146983288488_327437074_n

 

Previous Post

Fakta Unik Purworejo

Next Post

Mengarungi Lautan Misool Raja Ampat

Reza Nurdiana

Reza Nurdiana

Suka bertualang untuk menikmati pemandangan alam, peninggalan sejarah, budaya, dan mencicip kuliner. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Mengarungi Lautan Misool Raja Ampat

Mengarungi Lautan Misool Raja Ampat

Comments 1

  1. muhsuk45 says:
    11 tahun ago

    mantab (y)

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2026 a storyteller