No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

Fakta Unik Purworejo

by Hannif Andy Al - Anshori
Maret 17, 2014
3 min read
2

Perjalanan adalah sebuah sudut pandang. Tergantung darimana kita melihat dan memberikan makna dari sebuah perjalanan. Seperti yang dikatakan Agustinus Wibowo dalam buku ketiganya yang berjudul Titik Nol, “perjalanan tanpa makna bagaikan rumah tanpa roh. Hanya wujud yang tanpa jiwa.”

Ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di ketinggian Purworejo, kota yang tak cukup terkenal sebagai tujuan berwisata. Menyelami Purworejo seperti menemukan harta karun dalam tumpukan jerami. Ada yang luar biasa dari Purworejo. Saya justru menemukan tawa lepas, kegembiraan yang bukan dibuat-buat ketika melihat alamnya, mengenal ramah penduduknya, dan menikmati suguhannya. Berniat hanya berwisata kuliner sambil berburu durian, tak sengaja saya mendapati banyak fakta unik dari kota kecil ini.

Catatan kecil yang semula tak ingin saya jadikan artikel ini ternyata cukup penting juga untuk disampaikan. Lima atau sepuluh tahun, segala sesuatunya tak akan pernah sama lagi. Maka sesempat mungkin, ijinkanlah saya menuliskan sepotong perjalanan fakta unik Purworejo.

Purworejo, durian diobral murah. Bagi kebanyakan pecinta durian mungkin selalu rela menguras dompet untuk memborong durian. Berbagai macam kuliner durian mulai banyak ditawarkan, seperti dodol durian, kolak duren, bahkan belakangan ini muncul sop duren. Sensasi makan durian memang sangat berbeda dengan makan mangga, apel, atau lainnya. Belum banyak survei yang mengatakan demikian. Tapi itulah yang saya rasakan ketika menikmati suguhan durian di Kaligesing, Purworejo.

 

375766_4104423064509_136640373_n

 

 

Harga durian di sini sangatlah murah. Jangan kaget jika durian menjadi suguhan jika kita bertamu di Kaligesing. Jika kita memborong durian langsung dari petani di Kaligesing, Rp10.000,00 adalah harga yang paling mahal untuk durian ukuran besar. Kebetulan, itu adalah waktu yang tepat bagi saya. Di luar hari Senin sampai Jumat, durian akan terjual habis. Maka diperlukan jauh-jauh hari untuk memesan durian di sini. Saya adalah orang yang paling beruntung saat itu. Dengan membayar Rp120.000,00 saya bisa memborong 15 durian!

Purworejo, kelompok ternak Ettawa. Jenis Ettawa adalah jenis kambing yang besar dan gagah. Bahkan secara terhormat kambing-kambing ini mendapatkan tempat yang layak dari masyarakat setempat. Sangat kontras dengan tempat kambing lain di luar Purworejo. Kandang-kandang mereka sangatlah bagus, rapi, dan bersih untuk ditempati. Meskipun para kambing tak pernah mengenyam bangku pendidikan dan membuang kotoran seenaknya di kandang. Tapi nampaknya hal itu tak sedikitpun memberikan kesan kumuh pada tempat tinggal mereka. Masyarakat dengan cerdas menyulap kandang ini nampak seperti rumah makan. Sekumpulan Ettawa nampak menghuni kandang-kandang ini.

 

1898017_4104425824578_1404624474_n

 

1385261_4104427904630_1207364423_n

 

 

Purworejo, sawahnya subur. Nampaknya bagi orang desa sudah terbiasa melihat sepetak sawah. Meskipun saya adalah orang desa, namun ada kesan tersendiri ketika melihat sawah-sawah di Purworejo. Petak-petak sawah ini menggambarkan bahwa masyarakat Purworejo adalah masyarakat yang cinta lingkungan, ulet dan pekerja keras. Hijaunya mengantarkan saya untuk bernostalgia pada terasering di Bali. Entah sampai kapan padi itu tetap hijau. Nampaknya saya tak lagi ikhlas melihat padi-padi itu menguning dan merunduk. Biarkanlah mereka tetap hijau. Hijaunya memberikan kenangan yang mempesona.

 

1975138_4104437544871_854810262_n

 

 

Begitulah. Purworejo mungkin tak mempesona bagi kebanyakan pejalan. Namun lagi-lagi, perjalanan adalah sebuah sudut pandang. Dan Purworejo adalah tempat yang menawan jika dilihat dari satu sisi sederhana seorang pejalan.

Previous Post

Menara Langit di Pantai Ngobaran

Next Post

Sepiring Kelezatan dari Kediri

Hannif Andy Al - Anshori

Hannif Andy Al - Anshori

Suka bertualang untuk menikmati peninggalan sejarah, budaya, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Sepiring Kelezatan dari Kediri

Sepiring Kelezatan dari Kediri

Comments 2

  1. bocah petualang says:
    12 tahun ago

    Wah beneran segitu murah duriannya? Surganya penikmat durian dong ya…

    Balas
  2. hanifandy says:
    12 tahun ago

    Bocah Petualang : Benar sekali 🙂 murah dan enaknya sangat menggoda. bisa dibilang surganya penikmat durian

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2026 a storyteller