Begitu menginjakkan kaki di hotel Pullman Central Park Jakarta, kami terpaku. Bangunannya begitu tinggi. Konsep arsitekturnya begitu unik. Para pegawainya begitu tampan dan cantik. Terang saja jika event bertaraf internasional sekelas Web in Travel (WIT) mengadakan perhelatan disini. Puas mengagumi hotel ini, kami melangkah menuju Ballroom I.
Lagu milik Pharrell Williams yang berjudul Happy mengiringi setiap jeda acara WIT. Siew Hoon selaku MC sekaligus CEO WIT mengajak seluruh peserta untuk mengekspresikan kegembiraan di hari itu lewat menari dan bertepuk tangan bersama. Terlihat Graham Hills, Managing Director Wego Indonesia, hadir di acara itu. Tak hanya dirinya, hadir juga delegasi-delegasi dari Google, Facebook, Booking.com, pegipegi.com, Tiket.com, Traveloka, Air Asia Expedia, Accor Hotels, Book Panorama, Ezytravel.com, Nusatrip.com, Travelmob, TravelingID, Blue Bird Group, dan masih banyak lagi.
Setelah Dubai, pada 23 April lalu WIT digelar di Jakarta. Beberapa bulan ke depan WIT juga akan diselenggarakan di Singapura dan Jepang. Acara dengan jargon “Take your mind to new places” ini bertemakan “Little Big 10 Trends Changing Travel In Indonesia”. Topik yang dibahas hari itu adalah begitu dahsyatnya kekuatan internet, social media, social network, dan mobile yang kini mendominasi pasar wisatawan di Indonesia.
Dalam perhelatan ini, WIT Indonesia juga menghadirkan enam finalis start-up yang mempresentasikan gagasan mereka di depan investor. Bellhop, Insanwisata, Openstrip, Logbook, TripTrus, dan Opentrip.me secara berurutan unjuk gigi di ajang ini. Seluruh finalis memiliki keunikan masing-masing yang menarik perhatian juri. Tidak tanggung-tanggung, juri yang dihadirkan adalah utusan dari Travelmob, PT Go Online Destination, Queen’s Road Capital, East Ventures, Abacus International, Arbor Ventures, juga Venture Republic.
Tampil sebagai pembuka pitching day sore itu adalah Payam Safa sebagai CEO Bellhop menawarkan aplikasi mobile check-in hotel. Warga negara Amerika itu memiliki ide yang sangat matang dan canggih.
“Now, ladies and gentlemen. Please welcome Insanwisata!”
Kami melangkah menuju panggung WIT dengan senyum mengembang. Tanpa basa-basi, kami utarakan ide yang kami miliki. Kami hanya punya waktu lima menit. Semua mata tertuju pada kami. Foto-foto perjalanan Insanwisata ditampilkan. Keunikan artikel perjalanan jadi kunci tim kami. Waktu 5 menit di atas panggung terasa begitu cepat bagi kami dan membuat juri makin penasaran. Beruntung, pertanyaan dua juri bisa dijawab dengan lancar dan meyakinkan.
“Insanwisata deliver the idea of creating great articles on unexposed travel places”, tulis akun twitter Web in Travel.
Faeez Fadhillah, CEO Lagisatu.com dan pemenang start-up WIT tahun lalu juga menulis di akun twitter-nya, “Insanwisata aims to solve the trust problem with travel article.”
Acara puncak WIT Indonesia 2014 merupakan pengumuman pemenang start-up. Senyum bahagia menghiasi wajah Payam Safa, CEO Bellhop, ketika melangkah menyongsong piala kemenangannya. Pria bule itu memang lawan yang paling tangguh bagi finalis lain. Bagaimana dengan Insanwisata? Bukan kami tak kecewa. Tapi tak apa, bagi kami menjadi delegasi di WIT adalah hal yang luar biasa. Bertemu teman baru, berkunjung ke tempat keren, dan berbicara di depan banyak orang hebat adalah langkah awal kami menuju kejayaan yang lebih baik lagi.
Baca juga : Insanwisata, Delegasi UGM di Konferensi Web in Travel
















jujur aku merinding baca ini. GREAT ~
terimakasih kakak pee.
event selanjutnya, kita diundang di Jakarta acara Travel Mart bulan Mei mendatang. Yuk nabung 🙂