No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

Menjelang Subuh di Pelataran Monas

by Reza Nurdiana
April 25, 2014
2 min read
0

Pukul 04.00 WIB ketika kami tiba di Stasiun Gambir. Delapan jam perjalanan tak membuat semangat kami terkuras. Bisa dibilang, kami girang berada di Jakarta. CEO insanwisata yang merasakan kali pertama udara Jakarta pun memasang wajah sumringah sepanjang waktu. Maklum, ini bukanlah perjalanan biasa. Kami ke Jakarta untuk menghadiri konferensi internasional Web in Travel. Sungguh sebuah kesempatan yang tak boleh disia-siakan.

Melangkah keluar dari stasiun, kami sempat terkejut melihat Monas menyapa kami. Ia begitu gagah. Tiang besarnya memancarkan sinar ungu. Kobaran api emasnya berkilau di ujung tertinggi. Kami seakan tak percaya bisa menatap Monas sedekat ini. Bagi sebagian orang, mungkin ini hal biasa. Tapi bagi kami ini seperti sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Kami tak ingin membuang kesempatan mewah ini. Berbagai pose narsis ditampilkan. Perhatian orang-orang di sekitar diacuhkan.

10245282_4244036994770_8928642791677964011_n

Monumen Nasional, lebih dikenal dengan Monas. Berdiri tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Dibawah perintah Bung Karno, tugu kemerdekaan ini dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari Hindia Belanda. Mahkota lidah apinya melambangkan semangat perjuangan yang membara. Hari itu, kami berkesempatan merasakan atmosfer perjuangan rakyat Indonesia dengan menatap kilauan emasnya dari kejauhan.

Adzan Subuh pun berkumandang. Segera kami menuju masjid terdekat. Sesekali, pandangan masih belum lepas dari Monas. Terlihat aktivitas pagi Stasiun Gambir yang mulai semarak. Taxi, bus Damri, bajaj, dan mobil pribadi lalu lalang di sana-sini. Oh, begini rupanya kehidupan di Ibukota. Jika tak bergegas, kami pasti akan dihadang kemacetan.

“Yah, namanya juga Jakarta. Sebentar lagi juga macet. Apalagi disini, pusatnya demo. Kasian kan Pak Presiden? Udah mau lengser, tetep aja di demo,” ungkap Pak Supir yang mengantar kami sambil terkekeh.

Kami ikut geli mendengarnya. Kisah kehidupan Ibukota yang seperti itu, bukankah sudah jadi rahasia umum? Yang jelas, kami tetap senang bisa berkunjung kesana. Decak kagum masih menghiasi sepanjang perjalanan menuju lokasi konferensi di hotel Pullman Central Park. Gedung-gedung tinggi menyambut kedatangan kami. Istana Negara, gedung Sapta Pesona milik Kemenparekraf, juga gedung Kementrian BUMN.

1601019_4244036314753_6488544352122254747_nMenyapa Monas di pagi buta, melihat gedung-gedung tinggi yang tidak dimiliki Jogja, dan merasakan kehidupan Ibukota yang hiruk-pikuk. Semua itu tak kemudian membuat kami kapok. Kami malah berharap dapat berkunjung lagi. Sampai jumpa di lain kesempatan, Jakarta.

Previous Post

Mengintip Spot Selam di Harapan Jaya, Misool

Next Post

Penampilan Perdana Insanwisata di WIT Indonesia 2014

Reza Nurdiana

Reza Nurdiana

Suka bertualang untuk menikmati pemandangan alam, peninggalan sejarah, budaya, dan mencicip kuliner. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Penampilan Perdana Insanwisata di WIT Indonesia 2014

Penampilan Perdana Insanwisata di WIT Indonesia 2014

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2026 a storyteller