No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

Menyongsong Panorama Pagi Candi Plaosan Lor

by Reza Nurdiana
April 27, 2016
3 min read
16

Masih subuh. Hari masih enggan membagi terangnya. Namun ia dan semangatnya seakan tak peduli pada atmosfer gelap dan sepi di tepi sawah. Diputar bolak-balik lensa tustel kesayangannya. Ditekan tombol-tombol menu yang mengundang bunyi bip bip bip. Raut wajahnya gembira, seakan bilang bahwa momen yang dinantikan akhirnya tiba. Lantaran objek utama di sebelah barat belum nampak, ia arahkan mata tustel pada langit yang masih bertabur bintang. Ia memekik kegirangan, bangun dini hari pun rasanya tak sia-sia. Penat perjalanan temaram tak lagi terasa.

Sementara aku memilih menepi, merasai pucuk rumput berembun dengan ujung jemari. Cengkerik jantan mengerik memecah hening. Katak juga bersahutan. Entah perihal apa yang mengharubirukan mereka. Mengapa mereka terjaga semalaman? Apa mereka tak kedinginan? Atau malah menggelar pertunjukan, mumpung lalu-lalang kendaraan belum menderu gempar? Rumput hanya bergoyang tanpa jawaban.

Kulihat ia semakin sibuk mengira-ngira sudut tempat membidik bangunan Candi Plaosan Lor yang bakal jadi objek utama. Dan langit beranjak terang, mengantar surya ke singgasana. Atap berhias stupa perlahan menampilkan siluet cantik bangunan yang menghitam. Di depannya ada sawah yang padinya tumbuh menghijau. Ada pula sawah yang belum ditanami, serta masih digenangi air. Pada kubangan yang ditinggali ratusan berudu itulah Candi Plaosan Lor berlatar belakang langit emas bercermin. Oh selamat pagi, saksi cinta Rakai Pikatan dan Putri Pramudhyawardhani!

_DSC8401

_DSC8419

Mulanya langit masih malu-malu. Semburat jingga yang menyembul di tengah bangunan candi kembar masih samar nan tipis. Makin lama, langit makin menyala. Semburat jingga kemerahan disertai sapuan warna biru langit menaungi arsitektur candi Hindu-Budha yang lebar serta tinggi. Meskipun cerahnya langit pagi itu belum mampu membujuk bentuk bulat sempurna matahari untuk pentas, Candi Plaosan Lor di kejauhan tetap memesona dengan caranya. Makin cantik dipandang karena sawah yang tergenang air justru jadi cermin raksasa. Panorama candi kembar itu bagiku terlihat bak dua sejoli yang sedang bergandengan.

Candi Plaosan Lor tenar akan histori tentang seorang raja dan putri kerajaan. Dikisahkan keduanya memeluk kepercayaan yang berbeda. Namun perasaan kasih keduanya begitu membara, hingga menikahlah mereka dan membangun monumen bermandikan hiasan stupa dan ratna. Meskipun candi-candi perwara banyak yang telah runtuh terkoyak bencana, dua candi utama masih bisa berdiri kokoh menjulang. Sisa-sisa kemegahan itu pun memamerkan kecantikannya pada dunia secara cuma-cuma.

_DSC8437

_DSC8404

_DSC8422

_DSC8423

Hari makin terang, semburat jingga kembali menipis, langit biru perlahan memutih. Aku berada di tengah-tengah bingkai—tersenyum—tatkala ia menekan tombol shutter dengan telunjuknya. Dalam bingkai, aku terlihat diapit oleh dua bangunan utama candi kembar. Sawah yang hijau turut terekam, di atasnya berjejer candi perwara yang saat gelap tadi sama sekali tak terlihat. Yang paling memikat perhatian tentu saja refleksi candi kembar pada genangan air sawah. Ah, Candi Plaosan Lor memang salah satu yang jadi favoritku. Dan kini kutahu, candi ini juga jadi favoritnya.

_DSC8452-01

_DSC8449-01-01

_DSC8405

Tampaknya waktu dua jam tak cukup untuk membuatnya puas memotret panorama pagi di Candi Plaosan Lor. Ia masih saja sibuk memegangi tustelnya saat diajak untuk beranjak. Masih betah, terlalu indah, katanya. Ia pun berujar, menginginkan lebih banyak lagi menyongsong panorama pagi di tempat-tempat lain. Tapi untuk saat ini, Candi Plaosan Lor yang paling dikagumi.

_DSC8465

 

Tags: candi kembarcandi plaosancandi plaosan lorsunrise candi plaosansunrise jogjasunrise plaosansunset candi plaosan
Previous Post

Road Trip Sorong – Tambrauw: Tujuh Hari yang Menantang

Next Post

Mencapai Resolusi ke Pulau Kei, Maluku Tenggara

Reza Nurdiana

Reza Nurdiana

Suka bertualang untuk menikmati pemandangan alam, peninggalan sejarah, budaya, dan mencicip kuliner. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Mencapai Resolusi ke Pulau Kei, Maluku Tenggara

Mencapai Resolusi ke Pulau Kei, Maluku Tenggara

Comments 16

  1. Dwi Susanti says:
    10 tahun ago

    Via fajar maupun senjanya plaosan tetap mempesona seperti itu :’)
    , terus “dia” di cerita itu siapa? :p

    Balas
    • insanwisata says:
      10 tahun ago

      tetep mempesona. udah kesampaian ke sini belum? Siapa yaaaa “dia”.

      Balas
  2. Nasirullah Sitam says:
    10 tahun ago

    Hemmmm, aku harus ke sana dan mengabadikan juga hahahahah. Bisa seperti itu nggak ntar hasilnya 😀

    Balas
    • insanwisata says:
      10 tahun ago

      Ah. mas sitam pasti bisa lebih bagus lah. Mas ajak2 dong kalau lagi sunrise-an. Mau bangettt

      Balas
  3. insanwisata says:
    10 tahun ago

    yuk ke sini. hehe. pemandangannya emang cakep di sini

    Balas
  4. Rifqy Faiza Rahman says:
    10 tahun ago

    Mbak Reza, kalau saya main ke Jogja, boleh ya destinasi pertamanya ditemanin ke candi ini? Baik saat sore maupun pagi? Apik banget :3

    Balas
    • insanwisata says:
      10 tahun ago

      yuhuuu, siap mas.. kapan dong main ke Jogja? 😀

      Balas
      • Rifqy Faiza Rahman says:
        10 tahun ago

        Belum tahu, tapi pasti kudu ngabari kok hehehe 😀

        Balas
        • insanwisata says:
          10 tahun ago

          Siap Mas. Kabari aja yaa. hihi

          Balas
  5. ali shodiqin says:
    10 tahun ago

    wah candinya… keren.. abru lihat ini candi itu.hehehe
    mungkin saya kurang piknik ini. 😀
    nanti kalau main ke jogja mau tuh di ajak kesitu…
    menarik ulasannya…joss gandos..

    Balas
    • insanwisata says:
      10 tahun ago

      iya. bagus banget ini candinya. Saya sudah sering kesini. Baik pagi, sunrise, sunset. hehe.
      Boleh mas 🙂 Kontak saja

      Balas
  6. Bunga Aisyah says:
    10 tahun ago

    masyaAllah, cantik bngt ya mbak, kualitas fotonya itu sungguh takjub

    Balas
    • insanwisata says:
      10 tahun ago

      Terimakasih Mba Bunga. Karena berlatar sunrise dan candi, jadi bagus.

      Balas
  7. Williamjelf says:
    10 tahun ago

    I truly appreciate this forum.Thanks Again. Really Great. Rosebaugh

    Balas
  8. Mesra Berkelana says:
    10 tahun ago

    Mbak Reza fotonya cantik banget akkk
    Candi-candi gini harus dijaga biar anak cucu pada tau

    Balas
    • insanwisata says:
      10 tahun ago

      Terimakasih Mbaa..
      Iya mba, dilestarikan. Karena candi dibuat dengan cinta.. Eaa

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2026 a storyteller