No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

Daya Tarik Cirebon

by Reza Nurdiana
Agustus 13, 2019
10 min read
8

Hari Kedua

Antre (Lagi) Sarapan Docang Ibu Kapsah

Hari kedua di Cirebon cerah ceria, yeay! Pukul delapan pagi, kami segera meluncur menuju tenda Ibu Kapsah. Ya, warungnya cukup sebuah tenda di pinggir Jalan Siliwangi, tapi pengunjungnya bikin kami lagi-lagi rela antre.

Meskipun ramai, pelayanannya tetap cepat dan sigap, kecuali kalau tak kebagian tempat, harus sabar tunggu giliran. Docang ini super unik, belum pernah kami menemui kuliner macam ini. Ketupat, daun singkong rebus, kecambah, dan kelapa parut disiram kuah merah yang agak pedas dan gurih. Kuahnya docang ini favoritku, dibuat dari oncom, makanannya orang Jawa Barat. Berteman kerupuk aci yang renyah, tetapi lembut waktu nyemplung ke kuah merah yang panas. Oh ya, kerupuknya gratis!

Docang Ibu Kapsah

Telusur Lorong-lorong Taman Gua Sunyaragi

Belum habis kekayaaan budaya Cirebon yang harus disambangi. Ada Taman Gua Sunyaragi yang bangunannya mirip candi, tapi sebenarnya merupakan taman air tempat Sultan dan keluarganya istirahat dan bermeditasi.

Pada bangunan-bangunan yang tinggi, konon dihiasi air terjun buatan yang kini tentu sudah lama kering. Bak labirin, banyak lorong yang saling terhubung dengan bangunan lain. Di bagian paling belakang, kami bertemu bangunan megah yang halamannya membelah kolam besar.

Komplek Taman Gua Sunyaragi ini luas sekali, hampir setengah hari kami telusuri tiap sudutnya yang menarik. Pastinya sembari foto-foto ala suami istri. Beruntungnya kami, matahari bersinar dengan berani. Tapi lama-lama, gerah dan haus pun menghampiri. Kami butuh yang segar dan manis. Harus cari ke mana, ya?

Gua Sunyaragi
  • Wisata di Cirebon
  • Wisata di Cirebon
  • Wisata di Cirebon

Es Duren Pasar Kanoman, Nggak Bakal Lupa sama Rasanya!

Kembali ke arah kota, Pasar Kanoman yang kami tuju. Mas Bojo bilang, kemarin saat lewat pasar ia lihat penjual es krim durian yang ramai pembeli. Aku sempat tak percaya, aku juga lihat, tapi di area keraton. Ternyata benar, di kanan jalan gerobak es krim durian mencuri perhatian.

Adalah Pak Karya, pemilik kios durian di Pasar Kanoman. Tapi bukan durian yang jadi primadona, melainkan es krimnya. Tak ada kios permanen, gerobak es dung dung jadi mata pencahariannya.

Es Duren Pasar Kanoman

Kami memesan es krim durian dalam mangkok. Durian yang baru saja dibelah, ditumpuk es krim putih yang lembut, disiram sirup tjampolay merah khas Cirebon. Rasanya? Manis, gurih, dingin, enak banget!

Kata Pak Karya, durian yang dijual musiman. Waktu itu, durian yang dipakai dari Magelang. Sampai sekarang, kami masih ingat betul nikmatnya Es Duren Pasar Kanoman. Nggak bakal lupa sama rasanya!

Es Duren Pasar Kanoman
Es Duren Pasar Kanoman

Sore Syahdu Bersamamu di Setu Patok

Menutup hari kedua di Cirebon, kami berkendara menuju Setu Patok. Cukup jauh dari pusat kota, hampir sampai perbatasan. Kami andalkan GPS sebagai penunjuk jalan. Semakin dekat ke danaunya, kami melewati jalanan kampung yang sempit, bahkan masuk ke perkebunan warga. Setelah bertanya kepada petani yang kebetulan berpapasan, jalannya memang sudah benar, kukira kami nyasar.

Motor diparkir di pinggir jalan tak beraspal. Sore itu di Setu Patok, kami akhirnya bertemu langit jingga yang dirindukan. Sesekali bertegur sapa dengan petani serta gembala kerbau yang pulang dari ladang. Di seberang jalan, sawah luas terbentang. Ingin kami berlama-lama, tapi terlalu sepi dan pasti gelap jika tak segera bergegas.

Dua hari di Cirebon sungguh asyik! Memang, masih banyak yang belum sempat dikunjungi. Mungkin lain kali, tetap bersama dengan yang terkasih. Sekarang kalian percaya kalau Cirebon itu paket komplit, kan?

Baca juga : Dolan Bareng Bojo Edisi Candi Barong

Sore Syahdu Bersamamu di Setu Patok
Page 2 of 2
Prev12
Previous Post

Terpikat Pesona Negeri Laskar Pelangi

Next Post

Mengakrabi Romantisme Borobudur nan Penuh Teka-teki

Reza Nurdiana

Reza Nurdiana

Suka bertualang untuk menikmati pemandangan alam, peninggalan sejarah, budaya, dan mencicip kuliner. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Mengakrabi Romantisme Borobudur nan Penuh Teka-teki

Mengakrabi Romantisme Borobudur nan Penuh Teka-teki

Comments 8

  1. Dwi susanti says:
    7 tahun ago

    Akhirnya baca tulisannya Reza Nurdiana terbit di Insanwisata. Tulisan dan fotonya membuat pembaca penasaran, ada apa lagi di Cirebon?
    Aku waktu ke sana tidak sempat ke mana-mana karena diburu waktu. Hanya sempat nyicip empal gentongnya saja.

    Cirebon punya banyak destinasi yang menarique yak? Kaya punya aura eh gimana sih menjelaskannya :p
    Itu lho pas di Taman Gua Sunyaragi. Epic.

    Balas
    • Reza Nurdiana says:
      7 tahun ago

      Nggak cukup dua hari buat eksplor Cirebon, Mba..
      Buanyak bangettt yang menarique, apalagi kulinernya enak-enak hoho.

      Balas
  2. Elisabeth Murni says:
    7 tahun ago

    Baca ini aku jadi makin penasaran pengen main ke Cirebon. Belum pernah ke sana euy. Sekaligus pengen keliling lihat proses membatik.

    Balas
    • Reza Nurdiana says:
      7 tahun ago

      Kita juga belum tuntas kelilingnya, Mba..
      Batik belum sama sekali, kapan-kapan kalau ke sana lagi hehe..

      Balas
  3. masirwin says:
    7 tahun ago

    kalo ke Cirebon jangan lupa ke Indramayu,, banyak spot menarik juga disana 😀

    Balas
    • Reza Nurdiana says:
      7 tahun ago

      insyaAllah mas. semoga bisa ke sana lagi

      Balas
  4. Lombok Wander says:
    7 tahun ago

    Mantap betul bisa jalan2 ke Cirebon ! Suasananya masih asri

    Balas
    • Reza Nurdiana says:
      7 tahun ago

      Terima kasih Min 🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2026 a storyteller