No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

Semarak Gelaran Musi Triboatton 2015

by Hannif Andy Al - Anshori
Desember 24, 2015
5 min read
10

Sumatra Selatan memiliki banyak ikon yang terkenal seantero Nusantara. Sebut saja Palembang yang menjadi ibu kotanya, pempek yang menjadi makanan khasnya, Jembatan Ampera sebagai saksi bisu pergolakan politik bangsa, Sungai Musi yang menyandang gelar sungai terpanjang di Pulau Sumatra. Yang tak kalah penting, gelaran tahunan Musi Triboatton yang semarak di kalangan lokal hingga internasional.

Tahun ini adalah kali keempat Musi Tribuatton diselenggarakan. Negara tetangga tak mau kalah eksis unjuk kebolehan. Singapura, Malaysia, Filipina, dan Brunei adalah saingan berat tuan rumah acara. Meskipun baru diguyur gerimis, keramaian di panggung etape pertama makin membludak. Penonton yang kebanyakan kalangan pelajar Kabupaten Empat Lawang juga ikut memadati acara. Rencananya, Musi Tribuatton akan melalui lima etape selama empat hari berjalan. Palembang adalah kota terakhir yang akan mereka lalui. Puncak acara di Palembang dimeriahkan perahu naga yang unjuk kegagahan. Ikon Jembatan Ampera menjadi garis finish gelaran tahunan ini.

Jembatan Ampera menghubungkan dua daratan di Palembang, yaitu Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Diresmikan pada 1965, dulunya bernama Jembatan Bung Karno dan merupakan jembatan terpanjang di Asia Tenggara saat itu. Namun setelah terjadi pergolakan politik di tahun 1966, namanya berubah menjadi Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat). Namun sayang, karena waktu dan jarak yang panjang, saya dan rombongan hanya bisa menyaksikan etape pertama saja di Kabupaten Empat Lawang.

DSC03052

DSC03057

Pada etape pertama, perahu rafting yang diluncurkan untuk adu kekuatan. Kompak sekali tiap peserta perwakilan wilayah kala mengangkut perahu rafting-nya. Otot-otot mereka yang besar menjadi modal untuk menggertak lawan. Bahkan anggotanya masih ada yang duduk di bangku SMA! Indonesia menerjunkan banyak peserta pada gelaran tahun ini. Jambi, Sumatera Selatan, NAD, Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau menanggung harapan menjadi juara.

Cepat saya mengambil posisi. Terparkir mobil box besar di pinggir Sungai Musi. Saya naik ke atas mobil box diikuti fotografer lainnya. Dari sini, ruangnya lebih lapang untuk mengambil gambar. Tepuk tangan penonton makin memeriahkan suasana. Beberapa pejabat kementerian dan provinsi merapat ke panggung start Musi Tribuatton.

Satu…Dua…Tiga… Hitungan pembukaan Musi Triboatton 2015 dimulai. Bendera dikibarkan sebagai tanda dilepasnya peserta lomba rafting etape pertama. Penuh sesak tepi Sungai Musi oleh wisatawan dan wartawan. Saya tak mau diam, mengarahkan kamera mengikuti perahu rafting yang sangat cepat didayung. Suasana menegang ketika salah satu peserta salah ambil jalur. Perahu raftingnya tersangkut batu di tengah sungai. Musuhnya telah meninggalkan jauh. Ia berputar, kembali mendayung dan mengejar lawan.

DSC03111

DSC03082

DSC03108

DSC03089

Bagi saya, kelas berat etape pertama ada di kloter kedua. Pesertanya terlihat memiliki tangan yang sering dilatih. Mereka mendayung lebih cepat dan berhasil menghibur wisatawan. Tepuk meriah kali ini jauh lebih keras dibanding kloter pertama. Tak ada jeda panjang dalam etape pertama ini. Seluruh peserta dilepas secara bergantian oleh panitia. Semakin habis peserta, pengunjung beranjak meninggalkan lokasi acara.

Siapa pemenangnya? Saya mendapatkan pemenangnya saat membaca banyak berita. Berbahagialah karena tuan rumah menjadi juara umumnya. Ya, juara umum Musi Triboatton 2015 diraih peserta dari Jambi.

DSC03043

DSC03046

Gelaran Musi Triboatton ke empat ini pantas dibanggakan. Masyarakat lokal kini mulai menjaga kebersihan Sungai Musi, terbiasa dengan wisatawan yang datang setiap tahunnya, dan belajar mengorganisir acara internasional. Kesempatan untuk merasakan manisnya even pariwisata cukup merata karena lokasi pembukaan acara digilir tiap tahunnya. Semoga esok, Musi Triboatton menyedot banyak peserta dari berbagai negara.

****

DSC03343-01

DSC03456-01

DSC03382-01

Tak puas memang hanya menyaksikan Musi Tribuatton 2015 di etape pertama. Selepas dari Kabupaten Empat Lawang, kendaraan kami melaju menuju Kota Palembang. Tak lengkap rasanya ke Sumatra Selatan tanpa mampir ke Jembatan Ampera. Megah berdiri jembatan ini menjadi ikon Palembang yang tak bisa dilewati. Awalnya, bagian tengah jembatan ini dapat terangkat untuk membuka jalan bagi kapal yang melintasi Sungai Musi. Namun sejak 1970, aktivitas itu dihentikan karena dirasa mengganggu lalu lintas di atasnya. Ikon kota yang sarat akan sejarah! Semoga esok, dapat kembali ke sini menyaksikan Dragon Boat Musi Tribuatton melewati garis finish.

Perjalanan ini merupakan dokumentasi kegiatan bersama Kementerian Pariwisata (Indonesia Travel) dalam acara Musi Triboatton 2015. Untuk melihat dokumentasi perjalanan ini, dapat dilihat melalui akun instagram insanwisata dan twitter @insanwisata dengan hastag #PesonaMusiTriboatton2015.

DSC03165

Tim Pesona Indonesa – Musi Triboatton 2015. Dari kiri ke kanan : Adit Xoxo, Zacky Soemampouw, Griska Gunara, Hannif Andy, Rendy (Aksara Films).

***

Lokasi etape pertama Musi Triboatton

Previous Post

Jangan Mau ke Bromo Lagi

Next Post

Nyongkolan: Selepas Diculik, Dua Sejoli Diarak

Hannif Andy Al - Anshori

Hannif Andy Al - Anshori

Suka bertualang untuk menikmati peninggalan sejarah, budaya, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Nyongkolan: Selepas Diculik, Dua Sejoli Diarak

Nyongkolan: Selepas Diculik, Dua Sejoli Diarak

Comments 10

  1. insanwisata says:
    10 tahun ago

    Wah, ada quiz tentang Musi Triboatton ya?
    Iya, etape 1 aja udah seru gini. Apalagi etape terakhir

    Balas
  2. Haryadi Yansyah says:
    10 tahun ago

    Karena komen di blog Salman, jadi “tersasar” di sini ;D

    Sama-sama sakit di Musi Triboatton, eh kita satu lokasi itu mas, cuma gak ketemu ya? ketemu sama Rendy dan Laras doang. Kapan-kapan mampir lagi ke Palembang.

    Balas
    • insanwisata says:
      10 tahun ago

      Lhoh. ketemu mas Rendy? yah. aku g ikut kenalan apa kita kaga ketemu ya? hehe.
      Makasih. Anda tersasar di tempat yang pas

      Balas
      • Haryadi Yansyah says:
        10 tahun ago

        Kayaknya gak ketemu deh. Aku gak lihat mas Rendy bawa rombongan hehehe.

        Balas
        • insanwisata says:
          10 tahun ago

          Hahaha.soaalnya kita cm berlima doang ee

          Balas
  3. Mydaypack says:
    9 tahun ago

    ga pernah sempat lihat ini kalau ke palembang,,, hemmm

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      Kalau pas ke Palembang, ngepasin musi triboatton mas. hehe

      Balas
      • Mydaypack says:
        9 tahun ago

        sekitar bulan brpaa tuh

        Balas
        • insanwisata says:
          9 tahun ago

          coba download agenda kemenpar mas. aku lupa. dulu sih september/ oktober

          Balas
          • Mydaypack says:
            9 tahun ago

            oh gitu yah, makasih infonya yahh
            `

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2026 a storyteller