No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

Merindukan Panorama Pantai Saleo

by Hannif Andy Al - Anshori
Februari 20, 2014
3 min read
0

Alkisah Waigeo, Salawati, Batanta dan Misool (Empat Raja) yang memimpin pasukan laut Raja Ampat. Garis pantainya yang berpasir putih dengan laut biru dan jernih mempesonakan mata bagi yang melihatnya. Juga terdapat 540 jenis karang, 1.511 jenis spesies ikan, dan 700 jenis moluska. Di antara mereka terjalin persahabatan yang misterius.  Sepertinya mereka juga telah menyiapkan proyek rahasia yang memutuskan, “Negeri ini harus dijaga agar tetap indah dan damai, sebab manusia masih melangkah di jalan-jalannya.”

1888560_3986008024207_935327616_n

Setelah kemarin saya membahas tentang Raja Ampat  yang punya WTC dan kecantikan Orfur yang tak terawat, ada satu lagi pantai yang juga terkenal, bahkan sudah populer di kalangan masyarakat Raja Ampat, yaitu pantai Saleo.

Tidak baik mungkin pantai ini dibiarkan diam kesepian. Tidak baik pula manusia hanya bisa mengurung diri terus di rumah. Saleo pun disulap menjadi tempat wisata yang pas untuk bersantai. Saleo terletak di Waisai, Raja Ampat. Tak jauh dari pantai Orfur, terdapat beberapa kano dan ketinting yang disandarkan. Pelampung dan fins dijejer untuk dikeringkan. Maka sudah jelas, tempat ini biasa digunakan untuk kegiatan snorkeling.

1012414_3986006624172_1082593756_n

“Woee.. Jang Buang Sampah Takaruang..”

Sebuah papan kayu bertuliskan larangan membuang sampah sembarangan itu tertahan oleh sebuah paku diantaranya dan batang pohon kelapa di pinggir pantai. Pikir saya, kelihatannya siapapun tak akan tega membuang secuil sampahpun di kawasan indah ini. Dan, ya.. Warga Saleo peduli akan kelestarian pantainya. Mungkin inilah salah satu potret ekowisata berbasis masyarakat. Lewat sebuah pesan sederhana pada sebuah papan kayu, tersirat ekspresi kecintaan mereka pada lingkungannya.

1800206_3986008264213_2041503584_n

Di Saleo telah disediakan beberapa cottage untuk wisatawan. Di sekitarnya ditumbuhi dengan pepohonan yang rindang. Nampaknya pemilik cottage sangat pengertian terhadap alam. Menjadikan embun segar yang datang dari langit untuk dapat sewaktu-waktu dinikmati oleh wisatawan yang datang. Cottage pun dikelola secara apik dan alami. Tempat tidur bergelantung di antara cemara memberikan kesan damai bagi siapa saja yang menginjakan kaki di Saleo. Cottage ini memungkinkan untuk diisi sampai 4 orang. Selain menjaga kelestarian terumbu karang dari tangan-tangan usil yang tak bertanggungjawab, pengelola cottage juga menawarkan panorama landskape hutan yang dihuni sekumpulan cenderawasih merah, spesies endemik dan langka di Papua. Sayangnya, saya datang di waktu yang tidak tepat. Selain tidak terlihat aktivitas wisatawan, saya juga tak berbekal info tentang Saleo sehingga harus melewatkan kegiatan Bird Watching ini.

1609564_3986007304189_450825744_n

Perjalanan dimulai dengan mengitari Saleo dan berfoto di setiap obyek. Hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk menikmati Saleo dari ujung ke ujung. Saya bahkan belum sampai pada kegiatan treking hutan untuk melihat cendrawasih. Pasir putih dengan pemandangan laut berwarna hijau tosca memantulkan cahaya pada ketinting-ketinting yang disandarkan.

Siang telah menggantung, matahari panas sudah menyengat. Nampaknya lebih nyaman jika saya bersantai di cottage. Tapi nyatanya, saya tak pernah berniat untuk menginap di homestay, cottage, atau hotel sekali pun. Rumah warga lebih nyaman bagi saya. Selain urusan dompet yang selalu diirit-irit, di tempat-tempat seperti inilah semua orang yang baru dikenal terasa seperti keluarga. Suguhan tehnya menghangatkan segala suasana. Untuk itu, saya putuskan untuk segera pulang. Mengisi kembali tenaga yang terkuras seharian.

1656180_3986007664198_1086680341_n

Saleo. Walau hanya sebentar, saat ini ingin rasanya bernostalgia. Melihat alamnya yang terus terjaga. Merekam cendrawasih merah yang menari-nari di angkasa. Suatu saat pasti bisa.

Tags: catatan perjalananhannifindonesiapantaipapuaraja ampatsaleo
Previous Post

Terimakasih, Perampok Sakti

Next Post

Menara Langit di Pantai Ngobaran

Hannif Andy Al - Anshori

Hannif Andy Al - Anshori

Suka bertualang untuk menikmati peninggalan sejarah, budaya, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Menara Langit di Pantai Ngobaran

Menara Langit di Pantai Ngobaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2026 a storyteller