No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

Eksplor Keindahan Alam Lampung, Sempatkan ke Pahawang dan Kelagian

by Hannif Andy Al - Anshori
November 24, 2015
5 min read
8

Setiba di Lampung dengan disambut tarian Muli Rampuk Bedana dan mencicipi masakan khas Lampung di Cik Wo Resto, keesokan harinya kami berpindah ke Pulau Pahawang. Selain Teluk Kiluan, mungkin nama Pulau Pahawang sudah tak asing lagi di kalangan wisatawan.

 

DSC06862

DSC06883

DSC06884

 

Pagi sekali kami sudah bersiap untuk menikmati keindahan alam bawah laut Pulau Pahawang. Bus melaju menuju Pantai Klara yang memakan waktu kurang lebih 1 jam. Pantai Klara merupakan pintu masuk menuju Pelabuhan Ketapang. Pagi sekali, pelabuhan ini sudah disesaki kapal-kapal yang siap mengantar rombongan wisatawan. Untuk mencapai Pulau Pahawang, kami harus menyeberang menggunakan kapal melalui Pelabuhan Ketapang. Pulau Pahawang terletak di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan. Kami dipecah menjadi dua rombongan yang masing-masingnya terdiri dari 25 penumpang. Kapten kapal memberi aba-aba untuk seimbang beban kiri dan kanan. Kapal pun berangkat perlahan meninggalkan Ketapang.

Sepanjang perjalanan, kami disuguhkan pemandangan laut yang bersih dan elok. Sesekali burung camar terbang di atas kapal. Sayang, kelincahannya tak sempat saya abadikan dengan lensa kamera yang saya gunakan. Tak lebih dari 1 jam, kapten menginfokan bahwa kami telah sampai di Pulau Kelagian Kecil. Dari jauh, pulau ini sudah menyihir beberapa dari kami untuk segera melepas pakaian dan melompat di perairan. Pasirnya yang putih, langitnya yang cerah, dan pantainya yang bersih perlulah untuk diabadikan.

 

DSC06914

DSC06923

DSC06945

 

Tidak disangka hari itu ketika kami datang cuacanya cerah! Padahal kami datang di awal musim penghujan. Bermain-main di Pulau Kelagian sangat menyenangkan. Di sana juga ada ayunan untuk mengabadikan dalam foto atau sekadar bersantai sambal menikmati semilir angin pantai. Waktu 1 jam yang diberikan untuk mengeksplor Pulau Kelagian habislah sudah. Kami bersiap menuju ke tujuan selanjutnya, Pulau Pahawang.

Sampai di Pulau Pahawang, kami disambut dengan lautnya yang biru jernih. Lagi-lagi, kami tak sabar untuk segera menyelami keindahan bawah laut di sana. Beruntung, hari itu tak banyak wisatawan yang datang karena kami datang pada waktu weekday. Kami merasa nyaman dan bebas mengeksplor keindahan Pulau Pahawang. Hari itu, Pulau Pahawang terasa seperti pulau pribadi kami!

DCIM100GOPROGOPR6852.

 

DCIM100GOPROG0196888.

 

 

Rombongan kami heboh menyaksikan keindahan bawah laut Pahawang. Yang menarik, di bawah lautnya ada tulisan “I Love You Pahawang” yang dibuat oleh masyarakat setempat. Spot inilah yang menjadi favorit wisatawan saat snorkeling. Selain tulisan itu, dasar laut Pulau Pahawang juga jadi tempat tinggal Ikan Badut atau yang lebih dikenal dengan nama Nemo. Siapa pula yang tak mau bertemu ikan-ikan lucu itu? Tak sampai satu jam saya berenang di Pahawang. Beberapa dari kami bahkan tak mau lekas naik ke kapal sebelum melihat Nemo.

 

DSC06970

DSC07004

 

Hari semakin beranjak siang, kami disuguhi kelapa muda yang amat segar. Kelapa muda itu cocok sekali menyembuhkan dahaga setelah bermain-main menyusuri karang bersama ikan-ikan lucu di Pahawang. Kami juga disuguhi menu makan siang ikan bakar dan sayur asam. Ahh… Saya pun kalah start. Sambal kecap sudah dikeroyok habis rombongan yang kelaparan. Asyik sekali menyantap makan siang di pulau yang indah bersama rombongan Media Sosial. Riuh rendah gelak tawa yang terdengar di tengah rombongan juga membuat suasana semakin akrab dan menyenangkan.

Setelah berkesempatan menikmati cantiknya Pahawang, pemandu kami mengajak berpindah tempat. Kami dibawa ke area berbentuk pasir timbul atau orang-orang biasa menyebutnya Gusung Pasir. Gusung Pasir ini merupakan hamparan pasir yang akan tenggelam kala air pasang. Namun sayang, rupa Gusung Pasir tak lagi apik seperti yang sempat kami lihat siang tadi. Di kiri dan kanannya langsung berbatasan dengan lautan dan bakau. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, kami abadikan momen di tempat indah ini ke dalam kamera. Daerah kepulauan memang punya pantai yang indah-indah pemandangannya!

 

DSC07026

DSC07068

Hari semakin sore dan kami harus menyudahi perjalanan. Di Pelabuhan Ketapang, kami sempat disuguhi pemandangan lembayung senja yang kecantikannya menyilaukan. Perpaduan oranye awan dan biru laut melatarbelakangi kapal-kapal yang menepi. Makin gelap, Pelabuhan Ketapang kian sepi. Sungguh satu hari yang sempurna di Kepulauan Pahawang.

 

DSC07092

DSC07103

 

Keragaman alam dan budaya merupakan salah satu Pesona Indonesia. Begitu pula dengan keindahan Kepulauan Pahawang yang termasuk ke dalamnya. Sempatkanlah bertandang ke sini untuk mengeksplor kekayaan baharinya. Untuk mencicipi masakan khas Lampung, mampirlah ke Cik Wo Resto! Lokasi yang pas untuk kamu yang ingin merasakan kuliner Lampung selain Bakso Sony dan keripik pisangnya. Namun, jangan lupa untuk turut melestarikan alam yang merupakan milik kita bersama. Let’s be a responsible traveler!

Informasi tambahan :

  1. Biaya sewa kapal dari Pelabuhan Ketapang mengitari Kepulauan Pahawang Rp500.000 – Rp1.000.000/hari (tergantung jenis dan ukuran kapal).
  2. Lebih nyaman, bawalah alat snorkel sendiri.
  3. Bawalah kamera underwater untuk mengabadikan alam bawah laut Pahawang.
  4. Bagi yang ingin menghabiskan malam di Pahawang, sudah terdapat tempat penginapan di Pahawang Besar.
  5. Jangan lupa untuk mencicipi makanan khas Lampung. Adapun ragam kuliner Lampung dapat dibaca di sini.

 

Perjalanan ini merupakan dokumentasi rangkaian perjalanan bersama Kementerian Pariwisata (Indonesia Travel). Untuk melihat dokumentasi perjalanan ini, dapat dilihat melalui akun instagram insanwisata dan twitter @insanwisata dengan hastag #PesonaIndonesia maupun #SaptaNusantara.

Tags: pesona indonesiapesona lampung
Previous Post

Bersantap Makanan Khas Lampung

Next Post

Terpukau Karya Maestro Antonio Blanco

Hannif Andy Al - Anshori

Hannif Andy Al - Anshori

Suka bertualang untuk menikmati peninggalan sejarah, budaya, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Terpukau Karya Maestro Antonio Blanco

Terpukau Karya Maestro Antonio Blanco

Comments 8

  1. nengbiker says:
    10 tahun ago

    aku mabuk di pahawang 🙁

    Balas
    • insanwisata says:
      10 tahun ago

      Mabuk? di kapal?

      Balas
  2. meydhiwiratama says:
    10 tahun ago

    Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda yang berjudul ” EKSPLOR KEINDAHAN ALAM LAMPUNG, SEMPATKAN KE PAHAWANG DAN KELAGIAN “.
    Saya juga mempunyai jurnal yang sejenis yang bisa anda kunjungi di Pariwisata Indonesia

    Balas
    • insanwisata says:
      10 tahun ago

      terimakasih atas apresianya

      Balas
  3. Fajrin Herris says:
    9 tahun ago

    Sudah pernah kpahawang y mbak.. Aku malah orang lampung brlum pernah ksini. Hehehehe..

    Kapan klampung lg

    Balas
    • insanwisata says:
      9 tahun ago

      ini mas mas.. hehe.
      alhamdulillah baru satu kali ke sana. mudah2an ada kesempatan ke sana lagi ya. doain 😀

      Balas
  4. belitung says:
    7 tahun ago

    mantap kali pemandangannya. ga kalah sama kampungku.

    Balas
  5. Artikel terpercaya says:
    6 tahun ago

    Bermanfaat sekali artikelnya, liburan besok harus masuk list daftartempat yang akan dikunjungi ini, semangat thor. Travel jalan jalan

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2026 a storyteller