No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

Bersantap Makanan Khas Lampung

by Hannif Andy Al - Anshori
November 18, 2015
3 min read
6

Tabik pun selamat datang di Lampung! Akhirnya, saya tiba di Lampung untuk pertama kalinya. Perjalanan saya ke Lampung ini dalam rangka Social Media Trip and Gathering oleh Indonesia Travel. Jika berwisata ke suatu tempat, iciplah makanan khasnya. Semua sepakat, bukan? Kami pun demikian. Tak mau kecewa datang ke Lampung hanya sekadar berwisata alam, Cik Wo Resto pun jadi pilihan. Restoran ini terletak di Jalan Nusa Indah 3 No. 1, Pakis Kawat, Sumur Batu, Bandar Lampung. Cik Wo Resto adalah salah satu rumah makan yang menyajikan makanan khas Lampung yang baru dibuka pada Februari 2015.

Tari Muli Rampak Bedana
Tari Muli Rampak Bedana

Turun dari bus rombongan media, kami disambut dengan tarian selamat datang, Tari Muli Rampak Bedana namanya. Perempuan-perempuan penari berjejer menyambut kami dengan senyum yang ramah. Mereka bergerak rampak (kompak) mengibaskan kipas di atas panggung pendek yang sengaja disiapkan. Beberapa orang dari rombongan bahkan bersedia menahan lapar untuk sekadar memotret penari-penari ini.

Usai disambut Muli Rampak Bedana, kami berpindah ke meja makan. Kali ini, indera kami disihir oleh beberapa makanan yang sangat asing. Pantas, di beberapa sudut ruang makan sudah berdiri beberapa orang penyaji yang siap menjelaskan nama-nama makanannya. Berdiri juga di sebelah kami pemilik Cik Wo Resto, Bu Isna. Nama Cik Wo diambil dari nama panggilan Bu Isna dalam keluarga besarnya, begitu ungkapnya. Itu pun sebabnya, selain memiliki darah kelahiran asli Lampung, Bu Isna ingin mengenalkan kuliner Lampung kepada khalayak.

Bu Isna dan Pemandu Trip
Bu Isna dan Pemandu Trip

Bu Isna menyebutkan beberapa kuliner khas Lampung yang tersaji di atas meja. Pepes Patin, Sop Iwa Tuhuk, Pindang Kepala Simba, Seruit, Pandap, Taboh Iwa Tapa Semalam, dan Serbat Kuweni. Aneka sambalnya juga bermacam-macam, mulai dari Tempoyak (Sambal Durian), Sambal Terasi, dan Khalipu Sambol.

Yang menarik tentulah Seruit. Seruit merupakan perpaduan dari ikan goreng/bakar yang dicampur dengan Sambal Terasi, Lalapan, dan Tempoyak. Lalapannya beraneka macam, mulai dari timun, terong rebus dan bakar, petai, kol, kemangi, tomat, kol, dan lain-lain.

 

Seruit
Seruit

 

Aneka Sambal dan Lalapan
Aneka Sambal dan Lalapan

 

Aneka Lalapan
Aneka Lalapan

 

Aneka Sambal
Aneka Sambal

Bagi yang terbiasa makan buah durian, mungkin akan kaget ketika melihat durian disulap menjadi sambal. Seperti apa jadinya? Sambal Durian ini bernama Tempoyak. Baunya tak jauh dari buah durian asli. Namun Tempoyak di sini adalah buah durian yang telah difermentasi sehingga rasanya cukup asam. Menurut beberapa penyaji di Cik Wo Resto, Tempoyak dapat dimakan langsung maupun dicampur dengan ikan bakar. Kami pun mencobanya. Rasa asam bercampur pedas terasa sangat unik di lidah kami.

Pandap
Pandap

Nampaknya, rasa asam dari Tempoyak mampu menggoyang lidah kami untuk menyantap menu lainnya, yaitu Pandap. Makanan yang satu ini sudah ada sejak abad ke-18. Sekilas, makanan ini nampak seperti kue brownies yang sudah terpotong-potong. Namun siapa sangka Pandap adalah pepes ikan yang berbalut daun talas? Daun talas yang digunakannya pun ikut dimasak dan dijadikan pelapisnya. Lauk Pandap biasanya dikombinasi dengan Tabok Iwak Tapa Semalam.

Cukup puas menikmati kuliner khas Lampung yang disajikan Cik Wo, mulai dari Seruit bercampur Sambal Tempoyak hingga Pandap. Sebagai pelepas dahaga dan pencuci mulut, pilihan tepat saya jatuh pada Serbat Kuweni. Minuman yang satu ini juga khas daerah Lampung, bahan dasarnya Mangga Kuweni. Serbat kuweni yang bercampur es pun saya teguk tak bersisa. Ia pun menjadi obat pedas yang masih tersisa mengecap di lidah.

Serbat Kuweni
Serbat Kuweni

Tak sedikit wisatawan yang santap malam di Cik Wo Resto. Rumah makan ini selalu ramai sampai menyediakan oleh-oleh khas Lampung seperti keripik pisang. Sedikitnya rumah makan khas Lampung dan hadirnya Cik Wo sebagai obat rindu anak Lampung dari perantauan membuat Ibu Isna bangga akan warisan daerah.

Keragaman alam dan budaya merupakan salah satu Pesona Indonesia. Begitu pula dengan kuliner khas dari Lampung yang termasuk ke dalamnya. Jika bertandang ke Lampung, sempatkanlah mencicipinya. Cik Wo Resto. Singgah pay, cecas pay, pasti ketagihan!

Lokasi :

Jl. Nusa Indah 3 No.1, Pakis Kawat – Sumur Batu, Bandar Lampung

081273276777

Perjalanan ini merupakan dokumentasi rangkaian perjalanan bersama Kementerian Pariwisata (Indonesia Travel). Untuk melihat dokumentasi perjalanan ini, dapat dilihat melalui akun instagram insanwisata dan twitter @insanwisata dengan hastag #PesonaIndonesia maupun #SaptaNusantara.

Tags: kuliner lampungpesona indonesiapesona lampung
Previous Post

Cara Tulungagung dan Yogyakarta Sambut Bulan Suro

Next Post

Eksplor Keindahan Alam Lampung, Sempatkan ke Pahawang dan Kelagian

Hannif Andy Al - Anshori

Hannif Andy Al - Anshori

Suka bertualang untuk menikmati peninggalan sejarah, budaya, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Eksplor Keindahan Alam Lampung, Sempatkan ke Pahawang dan Kelagian

Eksplor Keindahan Alam Lampung, Sempatkan ke Pahawang dan Kelagian

Comments 6

  1. Ping-balik: Eksplor Keindahan Alam Lampung, Sempatkan ke Pahawang dan Kelagian | Insan Wisata
  2. nengbiker says:
    10 tahun ago

    ngga nyoba julang-jaling? jengkol aja kalaah!

    Balas
    • insanwisata says:
      10 tahun ago

      Ngeliat bentuknya aja udah takut Mba. Apalagi makan.. -__-

      Balas
  3. Makanan Lampung says:
    10 tahun ago

    Yuk Kakak Kunjungi Pusat Oleh-Oleh Makanan Lampung | http://www.makananlampung.com Menyediakan: Kerupuk Lampung, Kerupuk Cumi, Kerupuk Ikan, Keripik Pisang Aneka, Lempok, Lele Asap, Kopi Lampung, Kopi Luwak, Kopi Durian, Sambal Ikan Peda, Sambal Lampung, Sambal Ijo, Sambal Lingkung dll. Kirim Keseluruh Indonesia – Alamat: Jl. B. Manti 03, Kedaton Bandar Lampung – 35143

    Balas
  4. Aneka Sari Rasa says:
    10 tahun ago

    yuk mampir gan, ujan2 gini enaknya ngemil, apalagi ngemilin keripik pisang aneka yang ada di toko oleh-oleh Lampung terbesar Aneka Sari Rasa di Jl.Ikan Kakap No.26 & 28, Teluk Betung, Bandar Lampung. telp.(0721)-5630988. http://anekasarirasaoleholehlampung.blogspot.co.id http://anekasarirasa.blogspot.co.id

    Balas
  5. makananoleholeh.com says:
    6 tahun ago

    makasih infonya salam kenal yaa dari saya. Infonya sangat berguna banget untuk yang sedang cari oleh oleh khas kota tertentu

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2026 a storyteller