Tanjung Binga : Sentra Ikan Asin Terbesar di Indonesia

FOTO & CERITA | Oleh: Hannif Andy Al Anshori

POROS MARITIM DUNIA | Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Hal ini dapat terlihat dari adanya garis pantai yang ada di setiap pulau di Indonesia. Kekuatan inilah yang menjadi potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia. Dengan pengelolaan dan pemanfaatan potensi secara tepat dan berkelanjutan, Indonesia akan menjadi negara maritim yang besar, kuat, dan makmur.

DESA TANJUNG BINGA

POTENSI | Sebagai negara maritim dengan perairan yang luas, Indonesia memiliki kekayaan biota laut yang luar biasa. Salah satunya adalah ikan. Tak heran, Indonesia masuk ke dalam daftar negara penghasil ikan terbaik di dunia. Salah satu desa penghasil ikan terbesar yang saya sambangi adalah Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

DESA TANJUNG BINGA

KUALITAS | Kampung nelayan Desa Tanjung Binga dihuni oleh masyarakat Bugis, salah satu suku asli di Sulawesi Selatan. Hampir 80 persen dari jumlah penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Produk ikan asin dari desa ini bahkan sudah diekspor ke beberapa negara.

Desa tanjung binga

KAMPUNG BUGIS | Pada Oktober kemarin, saya berkesempatan mendatangi kampung nelayan di Kepulauan Bangka Belitung. Menurut data yang saya himpun, kampung nelayan yang terletak di Desa Tanjung Binga ini dikenal sebagai sentra penghasil ikan asin terbesar di Indonesia.

desa tanjung binga

KAMPUNG NELAYAN | Pukul 06.00 WIB pagi, para nelayan datang membawa hasil tangkapan. Salah satu yang saya temui adalah Yasir. Dengan menggunakan perahu kecil, Yasir melaut setiap hari. Di bulan Oktober ini, Yasir lebih banyak mendapatkan hasil tangkapan cumi.

Desa Tanjung Binga

TANGKAPAN | Kelompok nelayan membongkar dan menurunkan hasil tangkapannya. Saban pagi, mereka akan menimbang dan mencatat hasil tangkapan ikan.

desa tanjung binga

TRANSPORTASI | Umumnya, para nelayan di Desa Tanjung Binga melaut selama satu hari. Mereka akan berangkat melaut pada sore hari dan akan pulang pada pagi hari. Namun untuk kapal berukuran besar, paling lama dapat melaut hingga dua pekan. Semua hasil tangkapan kemudian dibawa ke Desa Tanjung Binga untuk dijual dalam bentuk ikan segar maupun diolah menjadi ikan asin.

DESA TANJUNG BINGA

TANGKAPAN | Seorang nelayan menunjukkan hasil tangkapan ikannya. Ikan besar seperti pada gambar memiliki harga yang lebih murah. Jika tidak laku di pasar, ikan ini akan menjadi konsumsi keluarga.

TANJUNG BINGA

PERAN PEREMPUAN | Bukan hanya kaum lelaki yang bekerja, kaum wanita pun ikut menggerakkan ekonomi keluarga. Hasil tangkapan yang setiap hari dibawa pulang para nelayan selanjutnya akan diolah menjadi ikan asin. Di sinilah peran kaum perempuan terlihat.

DESA TANJUNG BINGA

IKAN ASIN | Setelah diolah menjadi ikan asin, produk ini kemudian dikemas ke dalam kotak-kotak kardus yang siap ekspor. Masing-masing kelompok telah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan besar di Jakarta.

DESA TANJUNG BINGA

TARAF HIDUP | Haryono, warga kelahiran Wonogiri yang dahulu adalah seorang petani kini telah beralih profesi sebagai nelayan di Desa Tanjung Binga. Sektor perikanan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat Desa Tanjung Binga terbukti mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal. Menyekolahkan anak, membangun rumah, bahkan berinvestasi emas adalah hasil yang diperoleh dari menjual tangkapan ikan.

Related Posts

Comments 2

  1. Kami setuju sekali kalau Indonesia adalah negara penghasil ikan dengan kualitas terbaik. Sebagai negara perairan, pengelolaan laut sangat dibutuhkan banget.
    Semoga Indonesia ke depannya bisa lebih baik lagi. Amin.

    Salam kenal dari kami Travel Blogger Ibadah Mimpi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.