No Result
View All Result
insanwisata
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
    Praktisi pariwisata dan desa wisata

    Menjadi Pengajar

    Sunrise Candi Plaosan

    #KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

    Desa Muncar Moncer

    Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

    Monumen Plataran

    Mengenang Pertempuran Plataran

    Desa Tanjung Binga

    Tercurah Asa Teruntuk Tanjung Binga

    Sunset Candi Barong Yogyakarta

    Kembali ke Candi Barong

  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak
No Result
View All Result
insanwisata

Pesona Tambrauw, Dari Pesisir Sampai Pedalaman

by Hannif Andy Al - Anshori
Juni 26, 2015
5 min read
2

Secara administratif, Kabupaten Tambrauw terletak di kepala burung bagian utara Pulau Papua. Kabupaten ini merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sorong. Kabupaten ini berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah utara, Kabupaten Sorong Selatan di sebelah selatan, Kabupaten Sorong di sebelah barat, dan Kabupaten Manokwari di sebelah Timur.

Ini adalah ketiga kalinya saya melakukan perjalanan ke Papua. Menariknya, tahun ini saya berkesempatan mengikuti penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten Tambrauw bersama Pusat Studi Pariwisata UGM yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat.

Perjalanan singkat selama enam hari melihat pesona Tambrauw pun dimulai. Perlu diketahui, mengingat kondisi jalan yang belum baik, perjalanan darat menuju Tambrauw hanya bisa ditempuh menggunakan mobil Hilux seperti di bawah ini. Biaya menumpang mobil Hilux dari Sorong menuju Distrik Sausapor, Tambrauw sebesar Rp275.000,00 (di luar) dan Rp300.000,00 (di dalam). Sedangkan biaya sewa mobil Hilux dari Sorong sampai Sausapor, Tambrauw berkisar antara Rp4.000.000,00 s.d Rp5.000.000,00. Perjalanan Sorong menuju Sausapor, Tambrauw yang memakan waktu kurang lebih 5 jam ini cukuplah berat. Itulah mengapa tak satu pun kendaraan selain Hilux yang dapat digunakan.

IMG_1769

IMG_4243

Masuklah saya ke destinasi pertama di Kampung Mega, Distrik Moraid. Di kampung ini terdapat makam tua keturunan dari Kerajaan Keraton Tidore yang bergelar Sangaji. Menurut cerita masyarakat lokal, beliau pernah mendampingi dua tokoh misionaris dari Jerman, yaitu Carll Willem Ottow dan Johan Gotlob Geissler. Kedua tokoh misionaris ini kemudian dikenal dengan nama Rasul Papua sehingga setiap tanggal 5 Februari diadakan peringatan atau hari ulang tahun pekabaran injil. Selain makam Sangaji, di kampung ini juga terdapat makam tokoh ulama yang mensyiarkan islam bernama Syekh Maulana Jauhari dari Timur Tengah.

IMG_3943

Dari Kampung Mega berpindah ke Distrik Sausapor. Pesona Tambrauw di kampung ini adalah pesisir pantainya yang indah, salah satunya Pantai Warfagnik. Pantai yang terletak di Kampung Emaos, Distrik Sausapor ini menyimpan pemandangan alam yang indah. Di sekitarnya ditumbuhi pohon ketapang dan kelapa yang membuat suasana pantai menjadi sejuk. Dermaga kayu pun menambah elok pantai ini. Masih pagi sekali, terlihat beberapa masyarakat kampung dan juga pendatang sudah sibuk memancing ikan. Beberapa juga terlihat berteduh di bawah pohon ketapang dan bermain ombak di bibir pantai.

IMG_3998

IMG_4005

IMG_4024

IMG_4019

Pesona Tambrauw berikutnya berpindah ke salah satu kampung yang menyisakan kisah tentang Perang Dunia ke 2 di tahun 1944. Tak jauh dari Kampung Emaos, terdapat kampung pesisir bernama Kampung Werur Besar. Masyarakat lebih sering menyebutnya dengan nama Kampung Werbes. Peninggalan Perang Dunia 2 yang masih berbekas di kampung ini sangatlah banyak. Pertama adalah landasan pesawat terbang sekutu dengan panjang kurang lebih 1,2 Km. Landasan yang dulunya difungsikan sebagai operasi militer ini masih menyisakan besi-besi tua yang kini beralih fungsi menjadi pagar-pagar pembatas, atap rumah, dan juga tembok rumah masyarakat lokal di Kampung Werbes. Tak hanya itu, saya sempat menemukan beberapa mortir yang telah berkarat berserakan di bibir pantai. Masyarakat bahkan tak tahu berapa nilai sejarahnya hingga membiarkan berserakan dimana-mana.

IMG_4049

IMG_4074

IMG_4088

Bekas Perang Dunia 2 tak hanya menyisakan itu saja. Bergeser sedikit menuju hutan, saya menemukan sebuah jeep yang hancur menyisakan kerangkanya saja. Tak hanya itu, ditemukan juga sebanyak lima buah tank yang telah berlumut dimakan usia. Beberapa masyarakat lokal juga percaya masih terdapat sisa-sisa tank yang tertimbun tanah, juga meriam aktif yang belum ditemukan.

IMG_4111

IMG_4112

IMG_4128

Habis sudah waktu yang dijadwalkan untuk melihat pesona Tambrauw di kawasan pesisir. Hanya beberapa hari saja untuk berkeliling Distrik Sausapor, Distrik Kwoor, dan Distrik Abun menggunakan mobil Hilux yang sama. Ditutup dengan beberapa hidangan masakan masyarakat perantau dari tanah Jawa, Ikan Kuah Kuning. Perantau dari Madiun ini sudah lama tinggal di Tambrauw dan belajar banyak masakan orang Papua. Tak butuh lama untuk menghabiskan satu pirih utuh ikan kuah kuning ini.

IMG_1649

Berbicara Pesona Tambrauw juga tak bisa meninggalkan ikon pariwisata yang juga ada di dalam logo pemerintahan, yaitu Penyu Belimbing (Dermochelis coriace). Penyu Belimbing adalah jenis penyu raksasa dengan bentuk tempurung menyerupai buah belimbing. Terdapat beberapa pantai yang menjadi lokasi peneluran Penyu Belimbing, diantaranya adalah Pantai Jamursbamedi yang terletak di Kampung Saubeba, Distrik Abun. Pantai Rakrak yang terletak di Kampung Warmandi, Distrik Abun. Dan Pantai Wau/Tanjung Wau yang terletak di Kampung Wau, Distrik Abun. Musim peneluran Penyu Belimbing terjadi pada bulan Maret sampai dengan Oktober dengan puncak peneluran pada bulan Mei dan Juni.

(Sumber : http://citizen6.liputan6.com)

Baca juga cerita perjalanan selanjutnya di sini https://insanwisata.com/pesona-tambrauw-dari-pesisir-sampai-pedalaman-2/

Tips untuk berwisata ke Kabupaten Tambrauw

  1. Gunakan masyarakat lokal sebagai guide/pemandu
  2. Transportasi laut menggunakan Marina Express dari Pelabuhan Sorong menuju Tambrauw (Minggu dan Jumat). Berangkat dari Sorong pukul 14.00 WIT dengan harga tiket Rp175.000,00/orang.
  3. Dari Sorong menuju Tambrauw wajib menggunakan mobil Hilux. Untuk menumpang mobil Hilux dari Sorong sampai Distrik Sausapor, Tambrauw dikenakan biaya Rp275.000,00 (luar) dan Rp300.000,00 (dalam). Untuk biaya sewa Sorong sampai Sausapor, Rp4.000.000,00 s.d Rp5.000.000,00 (sekali jalan).
  4. Saat berada di Papua, kenakan lotion anti nyamuk untuk menghindari malaria.
  5. Biaya makan untuk satu orang di Tambrauw sekitar Rp30.000,00 s.d Rp80.000,00.
  6. Provider yang tersedia di tiap distrik Kabupaten Tambrauw hanya telkomsel.
Previous Post

Review The Luxio Hotel and Resort, Sorong

Next Post

Pesona Tambrauw, Dari Pesisir Sampai Pedalaman (2)

Hannif Andy Al - Anshori

Hannif Andy Al - Anshori

Suka bertualang untuk menikmati peninggalan sejarah, budaya, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. Sangat senang jika bisa berbagi cerita dan informasi kepada orang lain.

Related Posts

Praktisi pariwisata dan desa wisata
Catatan perjalanan

Menjadi Pengajar

Juni 19, 2023
Sunrise Candi Plaosan
Catatan perjalanan

#KelanaKai: Sunrise Candi Plaosan yang Kesiangan

Maret 5, 2023
Desa Muncar Moncer
Catatan perjalanan

Sofiyudin Achmad, Sosok di Balik Desa Muncar yang Kian Moncer

Desember 31, 2021
Monumen Plataran
Catatan perjalanan

Mengenang Pertempuran Plataran

Januari 8, 2020
Next Post
Pesona Tambrauw, Dari Pesisir Sampai Pedalaman (2)

Pesona Tambrauw, Dari Pesisir Sampai Pedalaman (2)

Comments 2

  1. edrian says:
    10 tahun ago

    harus di bangun museum perang dunia di papua…..bisa dijadikan destinasi wisata terbaik papua dan indonesia…

    Balas
    • insanwisata says:
      10 tahun ago

      Benar Mas. Di bawah laut juga masih banyak peninggalan PD2.

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

© 2026 a storyteller

No Result
View All Result
  • Tentang kami
  • Konsultan
  • Catatan perjalanan
  • Foto & Cerita
  • Portofolio
  • Kontak

© 2026 a storyteller