Tari Reog Ponorogo

reog ponorogo, seni, wisata


Pada tanggal 16 Maret 2013 di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) diselenggarakan acara Etnika Fest dari Fakultas Ilmu Budaya UGM. Dalam acara ini, panitia menyediakan banyak stand, dan performance(kesenian, tari, band).

Salah satu tari yang (menurut penulis) paling ramai di lihat yaitu Tari Reog Ponorogo, pemain tarian ini asli dari Ponorogo lhoo... Yah, bisa dibilang pemainnya adalah mahasiswa yang berasal dari Ponorogo yang bergabung dalam perkumpulan mahasiswa daerah asal, PMPY (Pelajar dan Mahasiswa Ponorogo di Yogyakarta). Tari ini merupakan salah satu sejarah dari berdirinya kota Ponorogo.

Penulis sebagai orang asli Ponorogo tentu bangga dong punya budaya ciri khas Ponorogo . Apresiasi penonton yang hadir disana sangat luar biasa. Salah satu pembuktian kebanggaan penonton adalah foto bersama penari Reog Ponorogo.

Sekilas Mengenai Reog Ponorogo 

reog ponorogo, seni, wisata
reog ponorogo, seni, wisata


Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Ponorogo. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian (antara dua sampai tiga tarian pembukaan). Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani.

Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang atau jathilan, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping.

reog ponorogo, seni, wisata

Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.

Adegan terakhir adalah singa barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diperoleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.

Tokoh tokoh dalam tarian Reog Ponorogo :

 

reog ponorogo, seni, wisata
Jathil
(prajurit berkuda dan merupakan salah satu tokoh dalam seni Reog), Warok (karakter/ciri khas dan jiwa masyarakat Ponorogo yang telah mendarah daging sejak dahulu yang diwariskan oleh nenek moyang kepada generasi penerus, Barongan(peralatan tari yang paling dominan dalam kesenian Reog Ponorogo. Bagian-bagiannya antara lain; Kepala Harimau (caplokan), terbuat dari kerangka kayu, bambu, rotan ditutup dengan kulit Harimau Gembong), Klono Sewandono (seorang raja sakti mandraguna yang memiliki pusaka andalan berupa Cemeti yang sangat ampuh dengan sebutan Kyai Pecut Samandiman), Ganongan(salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri sehingga disetiap penampilannya senantiasa di tunggu – tunggu oleh penonton khususnya anak – anak)
Koleksi Foto Tari Reog Ponorogo

Oleh :

Damar Satria W (Mahasiswa Diploma Kepariwisataan UGM)
Foto diambil oleh : Damar Satria W
Editor : admin@insanwisata.com

Comments

comments

insanwisata

Insanwisata merupakan portal website pariwisata berbasis digital ecosystem. Harus bisa menggunakan piranti mobile dan social network media untuk menangkap customer pengguna internet di dunia. Memberdayakan masyarakat (empowering) dan menumbuhkan partisipasi rakyat seluas-luasnya di dalam pembangunan kepariwisataan

Your Turn To Talk

Leave a Reply